TRIBUN-MEDAN.COM, LIMAPULUH - Pemerintah dinilai tidak serius dalam perbaikan proyeksi tanggul sungai dalu-dalu di Desa Suka Raja, Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batubara.
Tanggul yang semakin memprihatinkan tersebut, kini nyaris jebol karena tergerus air. Padahal, tanggul sungai yang baru diperbaiki pada 2024 silam ini menelan biaya hingga Rp 11,6 miliar.
Namun, beberapa bulan tanggul selesai dikerjakan, pekerjaan kembali rusak. Bangunan tanggul yang terbuat dari plat besi roboh sepanjang lebih dari 20 meter.
Upaya perbaikan dilakukan pada akhir 2025 silam. Namun, hingga kini, pekerjaan tak kunjung selesai dan diduga terbengkalai.
Soleh Pelka, salah seorang tokoh Kabupaten Batubara mengaku, kondisi tanggul sungai yang kini diduga ditinggalkan itu dikhawatirkan akan menyebabkan banjir di tiga desa.
"Kami merasa ini terbengkalai, dan bentuk ketidak pedulian pemerintah kepada rakyatnya. Kemarin ada alat beratnya dua, ini kami lihat udah tidak ada lagi. Ini tampaknya memang disengaja tidak dikerjakan," kata Soleh Pelka, Tokoh Kabupaten Batubara, Selasa (7/4/2026).
Katanya, tiga desa yang akan terdampak banjir air sungai apabila tanggul sungai dalu-dalu dibiarkan rusak ialah, Desa Sukaraja, Desa Aras, Desa Tanah Rendah.
"Disitu ada tanaman padi, kalau saya ga khilaf, ada ratusan hektare disana padi. Kalau sempat terendam, akan terancam gagal panen atau gagal tanam. Berapa banyak yang akan dirugikan. Belum lagi rumah," katanya.
Ia mengaku kecewa dengan kwalitas bangunan tanggul yang sudah menghabiskan uang rakyat hingga Rp 11,6 miliar tersebut.
"Dulu sempat kami protes ini. Karena bagian dalam tanggul hanya ditimbun menggunakan pasi tanpa adanya pemadatan, kemudian itu hanya plat besi saja sebagai penahan," katanya.
Ia berharap, perbaikan tanggul segera dilakukan oleh pemerintah agar masyarakat merasa aman dan nyaman tidak perlu lagi khawatir dengan datangnya banjir.
"Kami minta ini diperbaiki dengan sesuai ketentuan. Agar kerusakan tanggul tidak terus berulang," pungkasnya.
(cr2/tribun-medan.com)