Pedagang Lakukan Penyesuaian Kenaikan Harga Plastik, Es Teh Jumbo kini Rp 4.000
Vito April 07, 2026 11:14 PM

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Selembar kertas bertuliskan penyesuaian harga es teh jumbo terpajang di satu lapak minuman di Ungaran, Kabupaten Semarang, Senin (6/4). 

Dalam tulisan itu, pedagang menyampaikan permohonan maaf lantaran adanya penyesuaian harga es teh jumbo akibat kenaikan harga plastik. Harga es teh jumbo yang semula Rp 3.000 kini naik menjadi Rp 4.000. 

Pedagang es teh jumbo, Bayu Setyo Nugroho mengatakan, sudah menaikan harga es teh jumbo sejak Sabtu (4/4) lalu. Kenaikan harga itu terpaksa dilakukan agar usahanya tetap berjalan di tengah lonjakan harga bahan kemasan plastik.

"Langkah terbaik agar bisa tetap dagang ya item yang murah dinaikkan. Kalau item yang lain masih sama harganya," katanya, kepada Tribun Jateng. 

Menurut dia, biaya operasional untuk satu porsi es teh jumbo sebenarnya berkisar Rp 3.000. Dari jumlah itu, biaya cup bahkan hampir mencapai Rp 2.000. "Belum teh, gula, dan lainnya. Makanya, kami naikkan (harganya-Red) jadi Rp 4.000," ujarnya.

Bayu menuturkan, harga plastik kemasan itu bukan sekadar naik, tapi ganti harga. Pasalnya, kenaikannya cukup drastis, dari Rp 18 ribu menjadi 24 ribu. 

Dia menambahkan, kenaikan harga itu tidak hanya terjadi pada plastik kemasan, tetapi juga cup plastik, cup sealer atau plastik penutup cup, dan sedotan. 

Untuk cup, ia masih bisa menekan harga karena pembelian dilakukan dalam jumlah besar. Di pasaran, harga cup plastik polos ukuran 16 oz menembus Rp 480 ribu per karton.

"Cup masih bisa nego, karena kami belinya langsung kartonan yang sudah ada brand produknya. Tapi kalau di toko sudah mahal, cup polos sudah Rp 480 ribu per karton," bebernya.

Meski menaikkan harga es teh jumbo, Bayu bersyukur minat pembeli masih relatif stabil. Hingga kini, es teh jumbo masih menjadi minuman yang diminati masyarakat.

"Kemarin saya naikkan (harga-Red), konsumen juga menyadari plastik naik. Dua hari ini alhamdulillah masih stabil, tapi ke depan belum tahu," ucapnya.

Pedagang pentol

Tak hanya pedagang minuman, pedagang pentol di Ungaran, Lina pun resah dengan kenaikan harga plastik. Setiap hari, ia menggunakan plastik sebagai kemasan untuk penjualan dagangannya, antara lain cup, sendok, kemasan plastik, kantong plastik, hingga sterofoam. Seluruh item tersebut mengalami kenaikan harga drastis. 

Ia merinci, harga plastik ukuran 1 kilogram per bendel berisi lima pack yang sebelumnya Rp 18 ribu kini naik menjadi Rp 24 ribu. Kenaikan juga terjadi pada cup plastik yang sebelumnya berkisar Rp 6.000 hingga Rp 8.000 per pack, kini melonjak menjadi Rp 12 ribu. "Naiknya hampir 50 persen," ucapnya.

Tak hanya itu, Lina mengungkapkan, harga sendok plastik juga ikut naik Rp 2.000 per pack. Sementara, styrofoam mengalami kenaikan cukup tinggi, dari sebelumnya Rp 38 ribu menjadi Rp 45 ribu per bal. "Styrofoam naiknya pol-polan," tukasnya.

Kondisi itupun membuat para pedagang harus memutar otak agar tetap bisa bertahan tanpa kehilangan pelanggan di tengah kenaikan biaya operasional.

"Saya solusinya mengurangi porsi pentol. Pentol yang ukuran kecil semula Rp 1.000 dapat lima, sekarang Rp 1.000 dapat empat. Kalau yang pentol besar, saya kecilkan ukuran. Saya belum berani menaikkan harga," tuturnya. 

Pengungurangan porsi itu sudah dilakukan Lina selama 3 hari terakhir. Namun, sebenarnya, kenaikan plastik sudah dirasakan sejak sepekan pascaLebaran. 

"Kok bisa (naik-Red) gitu gimana? Saya harapkan nggak ada kenaikan lagi karena laba pedagang UMKM nggak begitu besar. Kalau naik terus repot," ucapnya. (Eka Yulianti Fajlin)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.