Wakil DPRD Mujid Ridwan Bangga Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 2026 Aman dan Damai di Gresik
Dyan Rekohadi April 07, 2026 11:50 PM

 

SURYA.CO.ID, GRESIK - Perayaan hari raya Nyepi 2026 dan hari raya  Idul Fitri 1447 Hijriah yang sudah berlangsung rukun dan damai d wilayah Kabupaten Gresik, menjadi perhatian khusus Wakil DPRD Kabupaten Gresik Mujid Ridwan.

Kondusifitas di hari raya itu dinilai menjadi simbol perdamaian dan kerukunan di masyarakat yang harus terus dilestarikan. 

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Gresik, Mujid Ridwan, mengatakan, perayaan hari raya dua keagamaan yang hampir bersamaan baru terjadi pada tahun 2026.

Kondisi ini patut menjadi perhatian bersama dalam menjaga persatuan dan kesatuan masyarakat.

"Baru kali ini, saya bisa menyaksikan hari raya Nyepi Tahun 2026 berbarengan dengan hari raya Idul Fitri 1447 Hijriah tahun 2026. Di sana terlihat masyarakat saling merayakan, baik perayaan Nyepi dengan Pawai Ogoh-ogoh dan idul Fitri dengan Pawai takbir keliling, sehingga kegiatan ini patut menjadi perhatian kita untuk saling menghormati dan menjaga kerukunan antar umat beragama," kata Mujid Ridwan, yang juga mantan Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Gresik, Selasa (7/4/2026). 

Lebih lanjut Mujid Ridwan menambah, di Kecamatan Menganti, ada beberapa Desa yang merayakan Hari Raya Nyepi, diantaranya Desa Laban, Desa Pengalangan dan Desa Beton. Sebab, banyak warga yang beragama Hindu. 

"Dengan adanya hari Raya Nyepi berbarengan hari raya Idul Fitri, menunjukkan kerukunan antar umat beragama. Dan keberagaman Indonesia bhineka tunggal Ika yang membuktikan adanya NKRI. Maka kami mengharapkan, masyarakat untuk saling menghormati antar pemeluk agama masing-masing yang kebetulan hari rayanya berbarengan," katanya. 

Dengan adanya pawai ogoh-ogoh, di Kecamatan Menganti, Desa Laban dan Beton dan Pengalangan menjadi tradisi dan hiburan yang dapat dinikmati masyarakat. 

Selain itu, juga bisa menumbuhkan UMKM dari masyarakat, sehingga perputaran ekonomi terus tumbuh dari Desa. 

"Kami menghormati kerukunan umat beragama untuk saling menghormati. dan Desa Laban sebagai Desa Pancasila menjadi simbol kerukunan. Ada Hindu, Kristen, Islam aliran Kejawen dan Katolik. Keberagaman ini bisa diterima di Kabupaten Gresik khususnya di Kecamatan Menganti ada Di Desa Beton, Laban dan Pengalangan," kata Mujid Ridwan yang juga warga Kecamatan Menganti. 

Baca juga: Rumah Warga Sidayu Gresik Dibobol Maling, Bawa Kabur Perhiasan dan Uang Total Rp 12 Juta

Toleransi di Menganti Gresik

Sementara Kepala Desa Pengalangan, Kecamatan Menganti, Gresik, Ahyar Abdul Mutholib mengatakan, bangga atas kerukunan yang tercipta di masyarakat dengan berbagai keyakinan beragama. 

"Alhamdulillah, saya sebagai Kepala Desa Penggalangan merasa sangat bangga terhadap warga. Dimana di Desa Penggalangan ini terdapat dua pemeluk agama yang hidup berdampingan dan sangat rukun. Toleransinya sangat tinggi. Dari jumlah penduduk Desa Penggalangan terdapat pemeluk agama Hindu," kata Ahyar Abdul Mutholib.

Menurut Ahyar Abdul Mutholib, pada tahun 2026, hari raya Umat Hindu yaitu Nyepi tahun baru saka 1948  dan Umat Islam melaksanakan Idul Fitri, 1447 H. 

"Disinilah pembuktian bahwa Umat Hindu dan Umat Islam diuji. Kami telah mengundang tokoh Agama, baik Islam dan Hindu, takmir Masjid, Ketua RT, Ketua RW, Pemuda Hindu, Ketua Remaja Masjid, LPMD dan tidak ketinggalan pula Ketua dan Anggota BPD. Sehingga, semua sepakat merayakan hari raya masing-masing agama dengan damai," katanya. 

Sementara Dila Via Ramayanti, (21) panitia Perayaan Nyepi, Pura Kerta Bumi, Desa Pengalangan, Kecamatan Menganti, Gresik mengatakan,  generasi muda diharapkan dapat memperkuat rasa toleransi, menjaga keharmonisan, serta menjadikan Nyepi sebagai titik awal untuk menjadi pribadi yang lebih baik ke depannya. 

"Seperti temanya Nyepi tahun ini. Vasudaivam Kutumbakam : Satu Bumi, Satu Keluarga. Jadi, kita harus saling menjaga kerukunan," kata Dila Via Ramayanti. (ugy/Sugiyono). 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.