Penampakan Asli Bangkai Buaya Ukuran Besar Larut di Aliran Sungai  Haur Gading HSU Kalsel
Edi Nugroho April 07, 2026 11:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Penampakan bangkai buaya ukuran besar larut di aliran sungai Tabalong di Kecamatan Haur Gading Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU). 

Video amatir warga ramai dibanjiri komentar netizen saat memperlihatkan adanya bangkai buaya berukuran besar yang hanyut di aliran sungai Tabalong di Kecamatan Haur Gading Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU). 

Bangkai buaya yang larut bersamaan dengan sampah ranting yang juga hanyut di tengah sungai. Dari video yang beredar  bangkai buaya tersebut dalam posisi terlentang dan sudah tampak membengkak. 

Sempat mengira bahwa bangkai tersebut adalah biawak namun saat dilihat dari dekat ternyata buaya. 

Baca juga: Kondisi Merepotkan Jalan Usaha Tani di Gunungraja Tanahlaut Kalsel, Petani Sering Tergelincir

Baca juga: Tren Anak Muda Banjarbaru Berkarier di Luar Negeri, Hendra Bekerja di Dua Bidang di Jepang

“Itu biawak kah buaya, oh buaya ganalnya sudah bebau,” ujar warga yang mengabadikan melalui video pendek. 

Buaya memang sering muncul di aliran sungai besar yang ada di Kabupaten HSU. Sebelumnya dari Damkar HSU juga sempat ada mendapat laporan warga yang melihat keberadaan buaya di tepian sungai di Kecamatan Banjang dan Sungai Pandan. 

“Warga yang beraktivitas di sekitar aliran sungai tetap diminta berhati hati,” ujarnya, Selasa (7/4/2026). 

6 Tips Hindari Serangan Buaya Saat Berwisata di Perairan

Berwisata ke perairan di alam, seperti sungai, danau, atau laut, mungkin jadi pilihan bagi sebagian orang.

Terutama bagi mereka pencinta aktivitas berenang, menyelam, atau snorkeling, tentu sangat menyenangkan untuk menjelajah kawasan perairan, lengkap dengan satwa uniknya.

Namun, satwa yang ada di kawasan perairan alami, tidak selalu aman. Wisatawan bisa jadi bertemu dengan hewan buas, seperti buaya. Hal ini terutama jika perairan itu berada di sekitar hutan atau rawa yang jadi habitat hewan buas.

Seperti yang pernah terjadi di Labuan Cermin di Labuan Cermin, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Tempat wisata dengan air sebening kaca ini ternyata kedatangan tamu tak diundang, yakni buaya sepanjang 4,7 meter.

Melansir Kompas.com, kemunculan buaya di Labuan Cermin bukan kali pertama, sebelumnya sudah pernah muncul dan viral di media sosial. Pemerintah setempat pun sudah memasang pagar pembatas agar buaya tidak masuk.

Selain Labuan Cermin, ada beberapa tempat wisata yang bisa jadi terdapat buaya, seperti rawa, hutan bakau, dan laut (buaya muara).

Cara menghindari serangan buaya

Berikut adalah beberapa tips untuk menghindari serangan buaya saat berwisata di perairan, dilansir dari CNN Travel:

1. Jangan mengganggu atau mengambil foto buaya

Buaya merupakan hewan predator yang memiliki insting untuk berburu dan memangsa. Hal ini karena buaya memiliki naluri untuk melindungi diri dari bahaya.

Ketika ada orang yang mencoba menangkap ekor atau mengambil foto, buaya dapat merasa terganggu. Hal ini dapat membuat buaya merasa terancam dan menyerang sebagai bentuk pertahanan diri.

2. Jangan beri makan buaya

Saat kamu menemukan buaya, jangan pernah memberi makan atau apa pun kepada buaya. Dengan kamu memberi makan, buaya akan kehilangan rasa takut terhadap manusia dan buaya dapat menyerang manusia.

Selain itu buaya akan menjadi agresif dan berbahaya ketika mereka mendapatkan makanan dari manusia.

3. Jangan panik

Jika kamu bertemu dengan buaya, penting untuk tetap tenang dan menghormati wilayahnya.
Ketika kamu sedang bermain di danau dan melihat seekor buaya, teruslah melewatinya dan berikan tempat yang luas agar mereka tidak menghampiri ke area kamu.

Jangan panik dan jangan melempar dayung atau batu ke dalam air. Hal ini malah dapat membuat buaya akan merasa terancam dan menyerang.

4. Lakukan sesuatu untuk menangkis buaya jika diserang

Jika kamu diserang oleh buaya, pastikan kamu melakukan sesuatu agar buaya tidak menggigit atau menangkamu.


Kamu bisa menusuk mata buaya dan memukul bagian atas kepala atau samping rahang buaya. Hal ini perlu kamu lakukan jika diserang, karena bagian tersebut sangat sensitif bagi buaya.

5. Berteriak untuk meminta pertolongan

Berteriak meminta pertolongan adalah hal yang penting untuk dilakukan jika kamu diserang buaya.

Dengan melakukan cara ini, seseorang yang berada di area danau akan menuju ke area kamu untuk membantu.

6. Larilah untuk menghindari buaya jika diserang

Jika kamu bisa melarikan diri di darat, larilah dengan cepat serta lurus, dan jangan lari dengan metode zig-zag.

Kecepatan lari buaya di darat lebih pelan, dibandingkan dengan lari manusia. Jadi kamu perlu lari dengan lurus, untuk meninggalkan buaya di belakang.

 (Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurniawati/kompas.com)

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.