Siswa SMP Negeri di Sragen Tewas Seusai Saling Ejek, Begini Kronologinya
deni setiawan April 07, 2026 11:55 PM

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN - Penyebab seorang siswa SMP negeri di Kecamatan Sumberlawang Kabupaten Sragen meninggal di lingkungan sekolah mulai terkuak.

Siswa tersebut meninggal karena terjatuh dan bagian dahinya terbentur selokan di depan kamar mandi sekolah.

Korban terjatuh seusai saling ejek dengan rekan satu angkatannya.

Saat ini pihak kepolisian masih mendalami kasus tewasnya siswa SMP tersebut.

Baca juga: BREAKING NEWS, Seorang Siswa SMP di Sumberlawang Sragen Ditemukan Meninggal

• Jalur Weleri-Sukorejo Penyumbang Tertinggi Kasus Kecelakaan di Kendal, Ini Penyebabnya

Seorang siswa SMP di Kabupaten Sragen, meninggal diduga setelah saling ejek dengan temannya di lingkungan sekolah.

Peristiwa tersebut terjadi di sebuah SMP negeri pada Selasa (7/4/2026).

Korban ditemukan tak bernyawa di area kamar mandi sekolah.

Kepala sekolah setempat membenarkan adanya kejadian tersebut.

Dia menjelaskan, insiden bermula dari interaksi bercanda antara dua siswa yang kemudian berujung saling ejek.

"Awalnya saling bercanda, lalu pelaku mendorong korban hingga terjatuh," katanya seperti dilansir dari Kompas.com, Selasa (7/4/2026).

Korban Terbentur Selokan

Baca juga: Drama Cinta Berujung Maut di Sragen, Wanita Muda Tewas Dicekik Kekasih

• Viral Kecelakaan Tabrak Lari di Jepara, WNA Asal China Dikejar dan Diamuk Warga

Setelah bercanda dengan temannya, korban terjatuh dan bagian dahinya terbentur selokan yang berada di depan kamar mandi.  

Korban kemudian kehilangan kesadaran dan dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat oleh pihak sekolah.

Meski begitu, nyawa korban tidak dapat diselamatkan.

"Kemudian dibawa ke puskesmas dan dinyatakan meninggal," jelasnya.

Pihaknya menambahkan, pelaku mengalami syok setelah mengetahui korban meninggal.  

Saat proses reka ulang, pelaku bahkan tidak mampu berbicara.

Kedua siswa diketahui masih berada dalam satu angkatan yang sama.

Terpisah, Kapolsek Sumberlawang, AKP Sudarmaji menyampaikan bahwa pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan di lokasi.

"Mohon maaf masih olah TKP," imbuhnya. (*)

Sumber Kompas.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.