Munas X LDII Soroti Ketahanan Energi, Pemerintah Diminta Siapkan Energi Alternatif
Muhammad Zulfikar April 08, 2026 05:38 AM

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum DPP Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Chriswanto Santoso mengatakan pihaknya akan membahas ketahanan energi dan masalah geopolitik dalam Munas X LDII yang digelar di Grand Ballroom Minhajuurosyidiin, Jakarta Timur, Selasa (7/4/2026).

Menurut Chriswanto, Munas kali ini secara khusus merumuskan sejumlah rekomendasi strategis kepada pemerintah, terutama di bidang energi, lingkungan hidup, serta respons terhadap dinamika geoekonomi dan geopolitik dunia yang kian kompleks.

Baca juga: Menteri Haji: LDII Bisa Jadi Jembatan Pemerintah dan Masyarakat

"Rekomendasinya mencakup bagaimana kita ikut berkontribusi memberikan pemikiran kepada pemerintah agar mampu bertahan dalam situasi geopolitik dan geoekonomi global yang luar biasa ini," ujar Chriswanto.

Dalam Munas tersebut, Chriswanto mengatakan isu krisis energi global menjadi salah satu sorotan utama. 

Chriswanto mengatakan LDII mendorong pengembangan energi baru terbarukan secara masif sebagai langkah strategis menjaga kemandirian energi nasional.

"Kita sedang mengembangkan energi baru terbarukan. Energi alternatif seperti nuklir dan tenaga air perlu didorong secara masif," ujarnya.

Dirinya mencontohkan keberhasilan China dalam mengurangi ketergantungan pada energi fosil.

Menurutnya, sekitar separuh kebutuhan energi China telah ditopang oleh listrik berbasis tenaga air dan sistem baterai.

"Ketika suplai minyak ditekan, mereka tidak goyah. Ini karena mereka sudah memanfaatkan listrik tenaga air dan baterai secara besar-besaran. Kenapa kita tidak meniru yang baik?" katanya.

Selain energi, Chriswanto mengatakan isu geopolitik juga menjadi perhatian serius dalam Munas X LDII. 

Chriswanto menilai konflik dan ketegangan global memiliki dampak langsung terhadap kondisi dalam negeri, termasuk sektor ekonomi dan energi.

Baca juga: Presiden Prabowo Diharapkan Buka Munas X LDII di Ponpes Minhajurrosyidin Jakarta Timur

"Pengaruhnya sampai ke dalam negeri. Kita harus melihat sumber masalahnya, sumber apinya di mana," ujarnya.

Dirinya mengibaratkan dampak geopolitik sebagai asap dari api konflik global. 

"Kalau sumber apinya tidak dipadamkan, asapnya pasti sampai ke kita. Maka kita perlu ikut memikirkan bagaimana berkontribusi memadamkan sumber masalah tersebut," kata Chriswanto.

Dalam Munas X LDII ini turut dihadiri oleh Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan serta perwakilan kementerian dan lembaga. Agenda Munas X ini digelar pada 7–9 April 2026.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.