Siswa SMA di Jogja Minta Maaf Usai Mengaku Dilengserkan dari Ketua OSIS Usai Tolak MBG: Saya Bohong
jonisetiawan April 08, 2026 06:38 AM

 

TRIBUNTRENDS.COM - Setelah sempat menghebohkan media sosial dengan pengakuan dramatis soal “pelengseran” dari jabatan Ketua OSIS, kisah seorang siswa di Yogyakarta akhirnya berbalik arah.

Sosok yang sebelumnya menjadi pusat perhatian publik kini muncul kembali bukan untuk menguatkan klaimnya, melainkan untuk meluruskan cerita yang terlanjur menyebar luas.

Pengakuan Terbuka di Media Sosial

Siswa yang mengaku bernama Bayu, dari SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta, mengunggah video klarifikasi melalui akun Instagram pribadinya.

Baca juga: SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta Panggil Siswa yang Mengaku Dilengserkan dari Ketua OSIS Usai Tolak MBG

Dalam pernyataan tersebut, ia mengakui bahwa dirinya adalah pihak yang sebelumnya menyebarkan narasi soal dugaan “kudeta” jabatan Ketua OSIS akibat penolakan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Perkenalkan, nama saya Bayu El Nino. Saya selaku orang yang telah membuat narasi di media sosial tentang Ketua OSIS dikudeta karena mengkritik program Makan Bergizi Gratis Presiden Prabowo Subianto.

Dengan ini, tanpa paksaan dari pihak manapun, saya mengklarifikasi,” ujarnya.

Bantah Klaim Sendiri

Dalam klarifikasinya, Bayu secara tegas membantah seluruh pernyataan yang sebelumnya ia sampaikan. Ia mengungkap bahwa di sekolahnya tidak terdapat OSIS, dan dirinya pun tidak menjabat dalam organisasi apa pun.

Bahkan, ia juga menyebut baru menerima manfaat program MBG saat berada di kelas 12.

“Kelima, tidak ada intimidasi dari Badan Gizi Nasional yang mendesak kepada saya.

Yang selanjutnya, tidak benar pernyataan yang saya sampaikan kemarin dan tidak benar adanya pelengseran atau kudeta sama sekali. 

Yang terakhir, tidak ada surat keputusan pemberhentian apa pun terkait dengan diri saya,” kata dia.

POLEMIK MBG - (Ilustrasi)
POLEMIK MBG - (Ilustrasi) Penerima MBG. Siswa SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta mengklarifikasi bahwa cerita dirinya dilengserkan sebagai Ketua OSIS karena menolak program MBG adalah tidak benar (Instagram @badangizinasional.ri)

Permintaan Maaf kepada Banyak Pihak

Menyadari dampak luas dari narasi yang ia sebarkan, Bayu menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada berbagai pihak.

Mulai dari lingkungan sekolah hingga organisasi Muhammadiyah, termasuk instansi terkait program MBG.

Ia menyampaikan permintaan maaf kepada pimpinan dan anggota Ikatan Pelajar Muhammadiyah, pihak sekolah, guru, siswa, hingga Badan Gizi Nasional.

Baca juga: Siswa Jogja Ngaku Dilengserkan dari Ketua OSIS Karena Tolak MBG, Pihak Sekolah Ungkap Fakta Aslinya

“Menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya untuk Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kota Yogyakarta dan seluruh Ikatan Pelajar Muhammadiyah secara nasional.

Yang selanjutnya, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh lapisan Muhammadiyah, baik dari pusat, wilayah, daerah, sampai seterusnya.

Yang selanjutnya, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada Badan Gizi Nasional atas narasi yang saya berikan,” kata dia.

“Demikian klarifikasi kami sampaikan. Mohon maaf setelah terjadi kegaduhan di dalam media sosial. Sekali lagi, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Terima kasih,” pungkas Bayu.

Sekolah Tegaskan Tak Ada Tekanan

Pihak sekolah membenarkan bahwa Bayu telah membuat klarifikasi tersebut. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Muflikh Najib, memastikan bahwa klarifikasi itu dilakukan tanpa tekanan.

“Sudah membuat video klarifikasi,” ujarnya.

“Gak ada tekanan kita memberikan mediasi saja,” tambahnya.

Baca juga: Ribuan Motor Listrik Berlogo BGN Viral, Diduga untuk Operasional MBG, Segini Harganya

Dari Narasi Viral ke Pelajaran Publik

Sebelumnya, video Bayu sempat viral di platform X karena mengklaim dirinya dilengserkan dari jabatan Ketua OSIS akibat menolak program MBG yang ia anggap bermasalah.

Narasi tersebut sempat memicu perdebatan luas di publik.

Kini, dengan adanya klarifikasi, cerita tersebut berubah total. Kasus ini menjadi pengingat kuat bahwa informasi yang beredar di media sosial belum tentu sepenuhnya benar, dan satu narasi dapat dengan cepat membentuk opini sebelum fakta terungkap.

Di balik kegaduhan yang terjadi, terselip pelajaran penting tentang tanggung jawab dalam menyampaikan informasi di ruang publik.

***

(TribunTrends/Kompas)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.