Kisah Korban Terseret Ombak Di Pantai Purnama Bali, Raditya Masih Syok, Ikut Proses Pencarian Agus
Putu Dewi Adi Damayanthi April 08, 2026 09:03 AM

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Kadek Raditya, pemuda asal Banjar Kebalian, Desa Sukawati sosok yang diselamatkan Agus Suarsa Dharma di Pantai Purnama, Sukawati rupanya tidak diam saat Agus dinyatakan hilang tergulung ombak. 

Di mana setelah mendapat pemeriksaan rumah sakit, meskipun kondisinya masih belum pulih total. Namun ia bersama keluarganya ikut dalam proses pencarian Agus.

Ditemui di rumahnya, Selasa 7 April 2026, kondisi psikologis Kadek Raditya masih terguncang. 

Sorot matanya sayu, masih syok atas meninggalnya Agus sang penolongnya.

Baca juga: Kisah Heroik Berakhir Tragis Di Gianyar Bali, Usai Selamatkan Nyawa Orang, Agus Kehilangan Nyawa

Baca juga: Upaya Niskala Ditempuh, Pencarian Hari Kedua Korban Terseret Arus di Pantai Purnama

Kepada Tribun Bali ia bercerita, saat berhasil keluar dari ganasnya ombak Pantai Purnama, ia langsung dibawa ke RSU Kasih Ibu. 

Dirawat dari pukul 08.00 sampai 13.00 Wita. Namun di Hari Minggu tersebut ia belum bisa kemana-mana. 

Namun saat itu keluarganya bersama teman-temannya telah pergi ke Pantai Purnama, ikut membantu pencarian Agus.

Sementara Kadek, meskipun dalam kondisi masih syok, akhirnya pada Senin, sekitar pukul 18.00 Wita, ia bersama orang tuanya datang ke Pantai Purnama, melakukan persembahyangan meminta pada Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar Agus segera ditemukan. 

Tak hanya di sana, Kadek bersama keluarganya juga bersembahyang di Pura Er Jeruk dengan tujuan sama.

Sekitar satu jam setelah bersembahyang, ia mendapatkan informasi bahwa Agus telah ditemukan di Pantai Saba. 

Mendapat informasi tersebut, Kadek Raditya langsung mendatangi lokasi. 

"Saat saya lihat Agus terdampar, saya sangat syok. Tidak bisa ngomong apa. Saya menangis," ujarnya.

Saat jenazah Agus dievakuasi ke RSUD Sanjiwani, Raditya juga ikut ke sana, serta menggelar upacara 'memunjung' di rumah sakit.

I Made Mudiana, orangtua Kadek Raditya mengatakan, setelah Agus ditemukan, dirinya pun telah datang ke Banjar Telabah untuk menemui keluarga Agus. 

"Saya sampun ke Banjar Telabah. Bertemu dengan pamannya, karena orangtuanya belum datang. Rencananya dikremasi, tapi waktunya belum ditentukan, kami sudah minta kalau sudah ditetapkan waktunya, agar kami juga diberi tahu," ujarnya.

Mudiana mengatakan, keluarganya memiliki utang yang sangat besar pada mendiang Agus. 

Karena itu, ia pun akan terlibat dalam proses kremasi Agus, yang sebelumnya tidak dikenalnya. 

"Nanti kami pasti akan ikut proses kremasi. Saya pasti siap untuk ikut ke sana. Kami sekeluarga ikut menghaturkan kuangen agar pejalan sang Atma bagus," ujarnya. (weg)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.