SURYA.CO.ID - Setelah mengancam akan meluluhlantakkan Iran, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan kesepakatan gencatan senjata dengan Iran selama dua minggu.
Trump menetapkan tenggat waktu gencatan senjata sejak Selasa (7/4/2026) pukul 20.00 zona waktu Eastern Time (ET) pesisir timur AS, alias pada Rabu (8/3/2026) pukul 3.30 waktu Teheran, atau Rabu pukul 07.00 Waktu Indonesia Barat (WIB).
Gencatan senjata ini diambil setelah adanya diskusi intensif dengan kepemimpinan Pakistan yang bertindak sebagai mediator dalam konflik AS-Israel dengan Iran.
Melalui unggahan di platform Truth Social pada Selasa (7/6/2026) waktu AS atau Rabu (8/4/2026) WIB, Trump menyatakan bahwa gencatan senjata tersebut akan berlaku jika Iran setuju untuk membuka kembali lalu lintas di Selat Hormuz secara penuh.
"Saya setuju untuk menangguhkan pengeboman dan serangan terhadap Iran untuk jangka waktu dua minggu," tulis Trump, sebagaimana dilansir BBC.
Baca juga: Sosok Dina Sulaeman, Pakar yang Tepat Analisis Ancaman Trump Hancurkan Iran Satu Malam Cuma Gertakan
Trump menegaskan bahwa langkah ini akan menjadi sebuah gencatan senjata dua sisi. Namun, dia memberikan syarat mutlak agar kesepakatan ini berjalan.
"Tunduk pada persetujuan Iran untuk melakukan pembukaan Selat Hormuz secara lengkap, segera, dan aman," tegasnya.
Di sisi lain, media pemerintah Iran segera melaporkan pernyataan Trump tersebut dengan sudut pandang yang berbeda.
Salah satu media Iran menggunakan tajuk utama dengan judul Trump mengumumkan gencatan senjata dua minggu, menerima syarat Iran untuk mengakhiri perang.
Media tersebut bahkan menyebut langkah Trump sebagai mundur yang memalukan dari retorika anti-Iran.
Sementara pemerintah Iran pada Rabu (8/4/2026) menyampaikan 10 syarat untuk menerapkan gencatan senjata dua minggu dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Sebagian dari 10 poin ini juga termasuk dalam 10 syarat Teheran untuk mengakhiri perang, yang bermula dari serangan AS-Israel ke Teheran pada 28 Februari 2026.
Dikutip dari BBC, berikut adalah 10 syarat gencatan senjata yang diumumkan oleh stasiun televisi Pemerintah Iran.
Iran pada Rabu (8/4/2026) memberi jaminan membuka Selat Hormuz selama dua minggu, dan menyediakan jalur aman bagi lalu lintas maritim di perairan krusial tersebut.
Jaminan ini diungkapkan saat Amerika Serikat (AS) dan Iran menyepakati gencatan senjata dua minggu.
Diumumkan pula bahwa jeda pertempuran ini akan digunakan Iran guna berbicara dengan AS untuk mengakhiri perang, yang dimulai pada Jumat (10/4/2026) di Islamabad, Pakistan.
"Selama dua minggu, dibuka jalur aman melalui Selat Hormuz melalui koordinasi dengan Angkatan Bersenjata Iran dan dengan mempertimbangkan keterbatasan teknis," tulis Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi di X, dikutip dari AFP.
Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran dalam pernyataan terpisah mengatakan, negosiasi dijadwalkan berlangsung dua minggu, tetapi dapat diperpanjang dengan kesepakatan bersama para pihak.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif pada Rabu (8/4/2026) mengatakan, gencatan senjata Iran-Amerika Serikat (AS) juga berlaku di Lebanon.
Sebelumnya, Pakistan yang merupakan mediator utama AS-Iran mengumumkan bahwa jeda pertempuran akan berlaku selama dua minggu.
"Dengan senang hati saya mengumumkan Republik Islam Iran dan Amerika Serikat, bersama dengan sekutu-sekutu mereka, telah menyetujui gencatan senjata segera di mana pun, termasuk Lebanon dan tempat lain, BERLAKU SEGERA," tulis Sharif di X, dikutip dari AFP.
Selanjutnya Times of Israel melaporkan, Sharif mengundang AS dan Iran ke Pakistan pada Jumat (10/4/2026) untuk bernegosiasi lebih lanjut guna mencapai kesepakatan konklusif, agar dapat menyelesaikan semua perselisihan.
Ia pun berharap pembicaraan itu akan berhasil mencapai perdamaian yang berkelanjutan.
Lebanon juga terseret konflik setelah kelompok Hizbullah yang didukung Iran melancarkan serangan ke Israel, yang dibalas dengan menyerang ibu kota, lalu melancarkan operasi darat di selatan negara itu.
Terbaru, sebanyak dua pejabat Gedung Putih menyampaikan kepada Reuters, Israel juga menyetujui gencatan senjata dan akan menangguhkan operasi militer sementara waktu, untuk memberi ruang bagi jalur diplomasi.
Meski demikian, situasi di lapangan masih belum sepenuhnya mereda.
Dikutip dari Al Jazeera, tak lama setelah pengumuman Trump, militer Israel melaporkan adanya peluncuran rudal dari Iran ke wilayahnya, yang menunjukkan potensi eskalasi masih terbuka.
Sebagian sumber: https://internasional.kompas.com/read/2026/04/08/081020970/gencatan-senjata-iran-amerika-cakup-lebanon-israel-dilarang-serang.