TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Lonjakan harga plastik kemasan mulai meresahkan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.
Kenaikan harga material pembungkus ini berdampak langsung pada margin keuntungan para pedagang kecil.
Darmawati (35), salah seorang penjual nasi kuning di Jalan H. Abdul Malik Pettana Endeng, Kelurahan Rangas, Kecamatan Simboro, mengaku tercekik dengan kondisi ini.
Baca juga: Harga Emas Batangan Antam Rabu 8 April 2026 Tunjukkan Tren Positif, Naik Rp 50 Ribu per Gram
Baca juga: Tren Penggunaan Sepeda Listrik Marak di Polman, Puluhan Unit Terparkir di SMPN 4 Polewali
Menurutnya, harga kantong plastik di pasaran mengalami kenaikan yang cukup signifikan.
"Sangat berdampak sekali. Harga plastik yang biasanya Rp 10.000 sekarang naik jadi Rp 15.000 per pak," ujar Darmawati saat ditemui di lapak dagangannya, Rabu (8/4/2026).
Meski biaya operasional membengkak akibat harga plastik yang naik hingga 50 persen, Darmawati memilih untuk tidak menaikkan harga nasi kuning buatannya.
Ia khawatir kenaikan harga jual justru akan membuat pelanggannya beralih.
Sebagai strategi untuk menekan pengeluaran tanpa membebani pembeli, ia kini harus lebih cermat dalam penggunaan kemasan.
"Saya belum mau menaikkan harga makanan. Untuk menyiasatinya, saya lebih memilih menggunakan plastik ukuran yang lebih kecil," ungkapnya.
Kondisi ini mencerminkan dilema yang dihadapi pedagang akar rumput di Mamuju.
Di satu sisi, mereka harus menghadapi kenaikan harga bahan penunjang.
Namun, di sisi lain, daya beli masyarakat menjadi pertimbangan utama dalam menentukan harga jual. (*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Suandi