Sudah 5 Penambang Emas Ilegal di Kalumpang Tewas Sepanjang 2026, Polisi Pernah Tertibkan
Nurhadi Hasbi April 08, 2026 01:47 PM

 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Aktivitas pertambangan emas ilegal di Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, kembali memakan korban jiwa.

Meski kepolisian telah berulang kali melakukan penertiban, warga diduga sengaja melepas spanduk imbauan dan nekat kembali menggali di zona berbahaya.

Kasi Humas Polresta Mamuju, Iptu Herman Basir, mengungkapkan sepanjang 2026 ini, tercatat sudah ada dua insiden maut dalam dua bulan terakhir.

Baca juga: Dua Penambang Tewas Tertimbun Longsor di Tambang Emas Ilegal Kalumpang Mamuju

Baca juga: Terjadi Lagi, Penambang Emas Ilegal Tewas Tertimbun di Kalumpang Mamuju

"Sudah dua kali kejadian dalam dua bulan terakhir ini dengan total lima korban jiwa. Kelompok masyarakat nekat melakukan penambangan hingga akhirnya tertimbun tanah," ujar Herman, Rabu (8/4/2026), di Mapolresta Mamuju, Jalan KS Tubun, Kelurahan Rimuku.

Pihak kepolisian menyesalkan sikap warga yang masih membandel.

Padahal, pada November 2025, tim gabungan TNI, Polri, Dinas ESDM, dan Dinas Kehutanan Provinsi sudah melakukan operasi besar-besaran untuk menutup seluruh tambang ilegal di Kalumpang.

Herman menambahkan, spanduk larangan yang dipasang petugas sering hilang atau dicabut oknum warga.

"Sekitar tiga bulan lalu, saat operasi gabungan, kami pasang spanduk larangan di beberapa titik. Namun, setelah dicek kembali, spanduk tersebut dicabut atau hilang," ungkapnya.

Peringatan Polisi untuk Masyarakat

Menyikapi kejadian berulang ini, Polresta Mamuju kembali memasang spanduk imbauan untuk ketiga kalinya agar warga tidak mendekati lokasi tambang.

Herman mengimbau masyarakat mematuhi aturan demi keselamatan nyawa mereka sendiri.

"Kami minta masyarakat memperhatikan sungguh-sungguh imbauan ini. Jangan lagi ada aktivitas penambangan karena medannya sangat berbahaya, taruhannya adalah nyawa," tegasnya.

EVAKUASI KORBAN - Warga dan aparat melaksanakan proses evakuasi kakek dan cucu yang tertimbun longsor di tambang emas yang berada di Kalumpang Mamuju
EVAKUASI KORBAN - Warga dan aparat melaksanakan proses evakuasi kakek dan cucu yang tertimbun longsor di tambang emas yang berada di Kalumpang Mamuju (Tribun-Sulbar.com/Polsek Kalumpang)

Insiden terbaru terjadi di Batuisi, Desa Karataun, Rabu (1/4/2026) pagi.

Tiga penambang tertimbun longsoran tanah saat menggali di bekas lubang tambang emas.

Dua orang berinisial R (40) dan J (30) meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara P (24) berhasil dievakuasi dalam kondisi luka berat.

"Tanah tebing di atas lokasi galian tiba-tiba longsor dan menimbun para korban. Warga sempat melakukan evakuasi mandiri sebelum akhirnya menemukan dua korban meninggal dunia," jelas Herman. (*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Suandi

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.