Perencanaan kita ke depan, saya minta tolong berpikirlah out of the box. Acuan kita ke depan adalah tantangan, jangan hanya terpaku pada anggaran yang kita miliki. Kalau anggaran terbatas, cari alternatif
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Agama (Kemenag) memotong perjalanan dinas hingga 65 persen yang nantinya dialihkan demi menjaga agar program prioritas, utamanya menyangkut layanan publik tetap berjalan.
"Perencanaan kita ke depan, saya minta tolong berpikirlah out of the box. Acuan kita ke depan adalah tantangan, jangan hanya terpaku pada anggaran yang kita miliki. Kalau anggaran terbatas, cari alternatif," kata Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar di Jakarta, Rabu.
Penghematan tersebut merupakan terobosan dalam merespons tantangan keterbatasan anggaran program 2026. Salah satu yang dilakukan adalah melakukan penajaman ekstrem pada akun belanja non-prioritas.
Menag Nasaruddin meminta seluruh jajaran Kementerian Agama untuk melakukan transformasi fundamental dalam pola pikir perencanaan program.
Ia menegaskan keterbatasan anggaran negara tidak boleh menjadi penghalang bagi instansi untuk memberikan solusi nyata atas berbagai problem keagamaan yang dihadapi masyarakat saat ini.
Di tengah tantangan fiskal yang cukup berat pada 2026, jajaran Kemenag diminta melakukan penajaman terhadap sejumlah program prioritas. Penajaman dilakukan untuk memastikan layanan keagamaan dan pendidikan tetap menyentuh akar rumput meskipun ruang gerak anggaran sangat terbatas.
Menurut Menag, penajaman program dapat dilakukan dengan menyatukan gerak antara Direktorat Jenderal, Kanwil Kemenag Provinsi, dan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN).
“Mari kita bekerja sebagai Super Team, bukan Superman. Saya mohon Rektor dan Kakanwil berkolaborasi. Jangan hanya bertemu saat seremoni. Gunakan mahasiswa KKN/PKN untuk membantu program Bimas, misalnya memberantas buta huruf Al Quran di desa atau mencegah pernikahan bawah tangan,” kata Menag.
"Integrasikan program penyuluh, imam masjid, dan KUA secara holistik, komprehensif, dan integratif. Ajuan kita ke depan adalah tantangan, jangan hanya terpaku pada anggaran yang kita miliki,” tambah Menag Nasaruddin Umar.
Sementara itu Kepala Biro Perencanaan Setjen Kemenag Kastolan merinci pemotongan signifikan pada pos perjalanan dinas luar negeri hingga 70 persen dan perjalanan dinas biasa sebesar 65 persen.
“Anggaran hasil penghematan ini dialihkan untuk menjaga agar fungsi layanan dasar tidak terganggu,” ujar Kastolan.





