TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Tawa ceria di tepi sawah Gadingsari berubah menjadi jerit duka yang memilukan.
Seorang bocah berusia lima tahun, NZV(5), tewas seketika setelah buis beton raksasa yang menjadi tempat bermainnya ambruk dan menghimpit tubuh mungilnya saat ikut kakeknya mencari rumput.
Buis beton (sering disebut gorong-gorong beton) adalah material konstruksi berbentuk tabung atau pipa yang terbuat dari campuran semen, pasir, batu pecah, dan air.
Buis beton biasanya digunakan sebagai saluran air atau struktur bawah tanah.
Misalnya untuk melapisi dinding tanah agar tidak longsor ke dalam sumur, untuk saluran pembuangan air di pinggir jalan atau di bawah bangunan atau ditanam di dalam tanah sebagai wadah penampungan limbah.
Karena terbuat dari campuran pasir, semen dan kerikil, buis beton biasanya beratnya mencapai puluhan bahkan ratusan kilogram.
Peristiwa memilukan ini terjadi saat korban tengah menunggui kakeknya yang mencari rumput di dekat sawah, RT 5, Demangan, Kalurahan Gadingsari, Kapanewon Sanden, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, Selasa (7/4/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.
Korban tertimpa buis beton berdiameter 80 centimeter di bagian tengkuk dengan posisi kepala berada di luar buis beton, dan tubuh berada di dalam buis beton.
Oleh sang kakek, korban sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.
Namun sayang, sesampai di rumah sakit, tim medis menyatakan bahwa korban sudah dalam kondisi meninggal dunia.
Baca juga: Niat Ikut Kakek Cari Rumput, Bocah 5 Tahun di Bantul Tewas Tertimpa Buis Beton saat Bermain
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, mengungkapkan peristiwa memilukan ini bermula saat kakek kroban mengajak cucunya, R (6) untuk mencari rumput di sawah.
Saat itu R mengajak NZV untuk itu mencari rumput.
Sesampai di ladang, sang kakek langsung mencari rumput untuk pakan ternak.
Sementara korban dan R bermain buis beton sumur yang ada di sekitar lokasi.
Adapun jarak antara kakek dan korban bermain sekitar 20 meter.
"Selanjutnya, R mengajak korban untuk ikut ke sawah. Sesampainya di sawah, korban bersama R bermain buis beton sumur berdiameter 80 sentimeter. Lokasi buis beton itu pekarangan dekat sawah," ungkap Rita.
Beberapa saat setelah mencari rumput, tiba-tiba R menghampiri kakek dan memberi tahu bahwa NZV tertimpa buis beton sumur sawah.
Kakek korban langsung bergegas menghampiri korban. Kala itu, posisi korban tengkurap, bibir buis beton menimpa tengkuk dengan posisi kepala berada di luar buis beton, dan tubuh berada di dalam buis beton.
"Kakek korban berupaya memindahkan buis beton tersebut. Selanjutnya, korban dibawa ke Rumah Sakit Saras Adyatma menggunakan sepeda motor," ujarnya.
Namun nahas, berdasarkan keterangan dokter, korban sudah meninggal dunia. Diduga, korban meninggal saat dalam perjalanan menuju rumah sakit.
"Dari keterangan Dokter IGD Rumah Sakit Saras Adyatma, menyatakan, korban sudah meninggal dunia dalam perjalanan ke Rumah Sakit Saras Adyatma," tutupnya.(nei)