TRIBUN-MEDAN.com, DELISERDANG- Setalah dihantam tanah longsor, Selasa (7/4/2026) sebanyak sembilan rumah warga di Desa Sembahe, Kecamatan Sibolangit, Deliserdang rusak berat.
Amatan www.tribun-medan.com, setelah dihantam longsor rumah yang didominasi dibangun dengan banguan semi permanen ini porak-poranda.
Akibatnya, warga yang rumahnya mengalami kerusakan terpaksa harus mencari tempat alternatif untuk sekedar berteduh.
Selain tempat tinggal, bahkan seluruh harta benda warga tak dapat lagi diselamatkan karena sudah tertimbun tanah.
Saat ditanya mengenai tindakan selanjutnya dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deliserdang, Bupati Deliserdang Asri Ludin Tambunan mengungkapkan pihaknya telah menyiapkan tenda darurat di seputar lokasi.
Dirinya menjelaskan, saat ini dari penuturan warga sebagian besar korban yang terdampak sudah mengungsi ke rumah kerabatnya di seputar lokasi kejadian.
Namun begitu, Asri mengaku pihaknya tetap menyiagakan tenda untuk keperluan masyarakat.
"Rata-rata saat ini warga yang terdampak sudah mempunyai tempat untuk mengungsi di rumah saudaranya, begitupun kita siapkan tenda untuk penampungan sementara," ujar Asri, saat ditemui di lokasi kejadian, Rabu (8/4/2026).
Selain memastikan warga terdampak mendapatkan tempat penampungan sementara, Asri menjelaskan pihaknya juga tetap akan memastikan kebutuhan korban terpenuhi.
Perihal rumah warga yang terdampak longsor, dikatakan Asri pihaknya berencana akan memberikan bantuan.
Dimana, nantinya direncanakan bantuan yang belum diketahui bentuknya ini akan menggunakan anggaran Pemkab yang sesuai dengan persetujuan pusat.
"Untuk rumah yang terdampak, akan kita rencanakan untuk mendapatkan bantuan," katanya.
Untuk mengantisipasi hal serupa kembali terulang, Asri menjelaskan ke depan pihaknya akan melakukan mitigasi.
Pasalnya, selain titik longsor yang menghantam sembilan rumah warga ada empat titik longsor lainnya yang sempat menutupi badan jalan di jalan utama lintas Medan-Berastagi.
"Tadi sudah kita mitigasi ada beberapa titik longsor, tapi yang lainnya tak berdampak langsung ke masyarakat. Tapi kita antisipasi agar tidak berdampak kepada masyarakat ataupun pengunjung, untuk itu kita minta kepada tim agar mempercepat penanganan," pungkasnya.
(mns/tribun-medan.com)