Gubernur Mirza: Saya Paham Warga Jengkel hingga Sakit Pinggang karena Jalan Rusak
Daniel Tri Hardanto April 08, 2026 04:40 PM

Tribunlampung.co.id, Way Kanan – Kondisi Jalan rusak berbatu menyambut deretan iring-iringan mobil pejabat yang tiba di Kampung Gunung Sari, Kecamatan Rebang Tangkas, Way Kanan, Rabu (8/4/2026). 

Di sisi kiri dan kanan, hamparan kebun sawit dan karet membentang menjadi saksi bisu perjuangan warga yang selama ini harus bertaruh dengan infrastruktur yang memprihatinkan.

Selama puluhan tahun, ruas jalan Kasui - Air Ringkih ini menjadi jalur terjal yang menguji kesabaran pengendara yang melintas.

Harapan warga setempat kini muncul saat Gubernur Rahmat Mirzani Djausal bersama jajaran pejabat Pemprov Lampung tiba di Balai Kampung Gunung Sari melakukan groundbreaking perbaikan jalan tersebut.

Seremonial ini menandai dimulainya transformasi jalan berbatu menjadi jalur beton mulus yang telah lama dinantikan warga.

Mirza menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Way Kanan karena perbaikan jalan provinsi di wilayah tersebut baru bisa direalisasikan secara masif pada tahun anggaran 2026. 

Ia menyoroti kondisi jalan yang disebut warga sudah rusak selama belasan tahun.

"Saya paham jalan adalah kebutuhan utama. Selama belasan tahun ini masyarakat menahan sabar, menahan jengkel, hingga sakit pinggang karena jalan rusak. Dampak paling nyata adalah biaya logistik petani yang tinggi," ujar gubernur.

Setelah diperbaiki, Mirza menuturkan ruas Jalan Kasui - Air Ringkih akan menunjang kemudahan akses magi masyarakar dua provinsi, yakni Muara Dua (Sumsel) ke Bandar Lampung.

"Setelah diperbaiki, yang dari Muara Dua akan lebih cepat satu setengah jam untuk menuju Bandar Lampung, jadi mereka tidak perlu lewat Martapura," imbuhnya.

Berdasarkan data Dinas BMBK Lampung,, Pemerintah Provinsi Lampung mengelola 13 ruas jalan di Way Kanan dengan total panjang 261,199 km. 

Tingkat kemantapan jalan saat ini baru mencapai 58,74 persen, dengan tantangan utama berupa jalan rusak berat sepanjang 101,073 km.

Pada tahun 2026 ini ditargetkan mampu mendongkrak kemantapan jalan kabupaten menjadi 66,65 persen.

Target tersebut dilakukan dengan pengalokasian anggaran sebesar Rp 172,2 miliar, untuk paket pekerjaan, dengan target penanganan efektif sepanjang 20,20 km.

Saat ini, progres di lapangan menunjukkan tiga paket telah terkontrak, sementara 4 paket lainnya sedang dalam proses lelang.

Ruas yang dikunjungi gubernur menjadi prioritas utama penanganan, yakni ruas Kasui - Air Ringkih, ruas simpang Soponyono - Serupa Indah, dan ruas Tegal Mukti - Tajab.

Ruas Kasui - Air Ringkih dikerjakan oleh PT Karyatama Saviera dengan nilai kontrak Rp 53,319 miliar. 

Jalan sepanjang 5,640 km ini akan dibangun menggunakan perkerasan kaku (rigid pavement/beton) agar tahan lama meski dilintasi kendaraan bermuatan berat.

Lalu, ruas Tegal Mukti - Tajab menelan biaya Rp 67,017 miliar oleh PT Reksa Jaya Indah. 

Penanganan sepanjang 8.937 meter (aspal) ditargetkan mencapai kemantapan 100 persen.

Ruas simpang Soponyono - Serupa Indah dikerjakan CV Istana Kekal Abadi dengan nilai Rp 7,651 miliar sepanjang 1 km.

(Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.