SRIPOKU.COM – Asisten Pelatih Sriwijaya FC, Cipta Adikodrati, tak menampik perlunya memompa semangat skuad Elang Andalas pasca-buruknya performa usai dibantai PSPS Pekanbaru 0-6 pada laga ke-23 putaran ketiga Pegadaian Championship 2025/26 di Stadion Patriot Candrabhaga Bekasi, Jumat (3/4/2026) lalu.
"Ini lebih teknis ke Ayah (pelatih kepala Iwan Setiawan) sih, beliau lebih paham," ungkap asisten pelatih Sriwijaya FC yang akrab disapa Coach Joe Berry tersebut kepada Sripoku.com.
Ketika ditanya lebih lanjut, Coach Joe yang pernah menjabat sebagai caretaker pelatih kepala Sriwijaya FC ini menyebut perlunya One on One Talk terhadap seluruh pemain Laskar Wong Kito.
"One on one talk," kata Coach Joe Berry, yang juga dikenal sebagai pelatih Maung Anom Bandung.
Dalam sepak bola, one on one talk (percakapan tatap muka) umumnya merujuk pada diskusi pribadi antara pelatih dan pemain. Berikut adalah beberapa poin pentingnya:
Tujuan Utama: Membahas performa individu, memberikan umpan balik (feedback) teknis maupun taktis, menyelesaikan masalah, serta membangun mental dan motivasi pemain.
Pendekatan Personal: Metode di mana pelatih memberikan perhatian khusus kepada satu pemain di luar sesi latihan tim reguler.
Evaluasi Kinerja: Sesi ini digunakan untuk mengevaluasi keputusan pemain saat bertanding, seperti kapan harus mengoper, menembak, atau memosisikan diri.
Membangun Chemistry: Mempererat ikatan dan pemahaman antara pelatih dan pemain, terutama dalam masa adaptasi tim.
Sesi ini berbeda dengan rapat tim (team meeting) yang membahas strategi kelompok, karena fokusnya sepenuhnya pada kebutuhan dan perkembangan individu pemain.
Persiapan Menuju Tegal
Sriwijaya FC kini tengah bersiap menjalani laga ke-24 putaran ketiga menghadapi Persekat Tegal pada Minggu (12/4/2026) pukul 15.30 WIB di Stadion Trisanja, Tegal.
"Kita akan berangkat via bus, insyaallah Sabtu pagi," ungkap Coach Joe Berry.
Keberangkatan skuad Laskar Wong Kito kali ini tidak menggunakan bus resmi Sriwijaya FC, melainkan kemungkinan besar menyewa bus dari Tegal.
"Kemungkinan bus dari Tegal, karena bus Sriwijaya FC belum sempat diservis untuk perjalanan jauh selepas away terakhir dari Palembang," tambah pelatih kelahiran Bandung, 27 Februari 1984 tersebut.
Hingga saat ini, manajemen tim belum menentukan jumlah dan daftar nama pemain yang akan diboyong untuk menghadapi Laskar Ki Gede Sebayu tersebut. "Pemain belum ditentukan berapa orang yang akan dibawa. Yang jelas akan disesuaikan dengan kebutuhan tim," tegasnya.
Peringatan Iwan Setiawan
Sebelumnya, pelatih kepala Sriwijaya FC, Iwan Setiawan, menegaskan bahwa timnya tidak akan menganggap enteng Persekat Tegal.
"Kami tidak mungkin menganggap enteng lawan. Posisi kami saja sedang di bawah. Lawan-lawan yang kami hadapi di Grup 1 ini berada di atas kami. Kami dituntut harus kerja keras untuk bisa meraih poin maksimal," ungkap Iwan Setiawan.
Meskipun Persekat Tegal asuhan pelatih I Putu Gede Dwi Santoso berada di papan bawah—tepat satu tingkat di atas Sriwijaya FC—perolehan poin mereka terpaut cukup jauh, yakni selisih 20 poin dari Sriwijaya FC.
"Om Iwan melihat, walaupun Persekat Tegal di papan bawah, secara performa mereka adalah tim yang solid. Perolehan nilai mereka bersaing ketat dengan tim lain seperti Persikad Depok dan PSPS Pekanbaru," kata pelatih yang dijuluki "Jose Mourinho Indonesia" tersebut.
Baca juga: Sriwijaya FC Optimis Kalahkan Persekat Tegal, Waspadai Barbosa & Taufiq
Menurut Iwan, Persekat Tegal adalah tim yang dipersiapkan dengan matang sejak awal. Hal ini diketahuinya karena saat itu ia masih melatih Persibo Bojonegoro.
"Persiapan mereka lama, bahkan kami sempat uji coba dengan mereka. Pelatihnya, Putu Gede, sudah memasuki tahun kedua di sana. Biasanya tim dengan pelatih yang bertahan dua tahun akan jauh lebih solid," terangnya.
Iwan menambahkan bahwa ia telah memantau evaluasi persiapan awal Persekat, mulai dari mempertahankan pemain lama hingga rekrutmen pemain baru yang sesuai dengan filosofi pelatih.
"Mestinya Persekat Tegal adalah tim yang solid. Mereka sudah membuktikannya di kompetisi tahun ini, salah satunya dengan mengalahkan PSMS Medan di Medan pada awal kompetisi," pungkas pelatih kelahiran Medan, 5 Juli 1968 tersebut.