Purbaya Minta Pengadaan Motor MBG Dikaji Ulang, Minta Anggaran Jangan Dihabiskan untuk Administratif
Talitha Daren April 08, 2026 03:38 PM

TRIBUNTRENDS.COM - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa dirinya pernah menolak usulan anggaran pengadaan sepeda motor untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pernyataan ini mencuat setelah puluhan ribu motor listrik berstiker Badan Gizi Nasional (BGN) ramai diperbincangkan di media sosial.

Ia menyebut, pengajuan serupa sebenarnya sudah muncul sejak tahun lalu, namun tidak disetujui karena dinilai belum menjadi kebutuhan utama.

Di tengah polemik tersebut, kondisi keuangan negara juga tengah mengalami tekanan.

Berdasarkan laporan APBN per Maret 2026, defisit tercatat mencapai Rp240,1 triliun atau setara 0,93 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Situasi ini terjadi akibat percepatan realisasi belanja pemerintah sejak awal tahun.

Anggaran BGN pun menjadi sorotan karena nilainya yang cukup besar dibandingkan pos belanja lainnya di tengah kondisi fiskal yang defisit.

Purbaya menegaskan bahwa prioritas utama program MBG seharusnya difokuskan pada penyediaan makanan bergizi bagi masyarakat.

Ia mengingatkan agar anggaran negara tidak lebih banyak terserap untuk kebutuhan operasional yang bersifat administratif.

Menurutnya, efektivitas penggunaan anggaran harus benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat luas.

“Bukan tidak boleh, tetapi yang utama seharusnya untuk makanan,” ujarnya.

Baca juga: Purbaya Tak Tahu Bagaimana Program Pengadaan Motor MBG Bisa Lolos, Kepala BGN Buat Klarifikasi

Purbaya Minta Pengadaan Motor MBG Dikaji Ulang

Bagi Purbaya, sarana penunjang kendaraan operasional perlu dikaji ulang secara mendalam. 

Tujuannya agar biaya-biaya tersebut tidak menggerus pagu anggaran pokok makanan yang menjadi hak masyarakat.

Apalagi keberadaan ribuan motor listrik ini bersamaan dengan langkah pemerintah mengumumkan defisit anggaran pada Kuartal I 2026. 

Purbaya mengakui bahwa belanja BGN memberikan kontribusi besar terhadap angka defisit tersebut.

"Jadi, defisit yang besar itu adalah konsekuensi logis dari kebijakan kita. Tapi yang menonjol BGN, karena memang anggarannya besar," katanya.

Meski BGN menyatakan pengadaan tersebut sah masuk dalam anggaran 2025, Purbaya justru merasa heran dengan realisasi di lapangan.

Ia mengingat betul bahwa Kementerian Keuangan memiliki sikap tegas terkait usulan pengadaan sarana operasional seperti motor dan komputer untuk program ini pada pengajuan sebelumnya.

"Setahu saya tahun lalu pernah diajukan juga untuk motor dan komputer kalau enggak salah, tapi ditolak," ungkap Purbaya.

Ia malah melihat usulan yang pernah ditolaknya kini justru mewujud dalam puluhan ribu unit kendaraan yang siap pakai.

Purbaya mengaku tidak mengetahui secara pasti bagaimana usulan tersebut bisa lolos dalam skema anggaran tahun ini tanpa koordinasi yang sinkron dengan kebijakan penolakan sebelumnya.

Ia pun berencana melakukan pengecekan ulang terhadap dokumen anggaran BGN guna mencari tahu celah yang meloloskan ribuan motor tersebut.

"Yang tahun ini saya enggak tahu, nanti saya akan cek lagi. Harusnya sama treatment-nya," pungkas Purbaya sebagaimana dikutip dari laman Kompas.com. 

Baca juga: Purbaya Tak Tahu Bagaimana Program Pengadaan Motor MBG Bisa Lolos, Kepala BGN Buat Klarifikasi

POLEMIK PROGRAM MBG - Motor listrik jenis adventure yang disebut-sebut akan digunakan untuk mendukung operasional program MBG.
POLEMIK PROGRAM MBG - Motor listrik jenis adventure yang disebut-sebut akan digunakan untuk mendukung operasional program MBG. (Istimewa/Threads)

Klarifikasi Pengadaan Puluhan Ribu Unit Motor

Di pihak lain, Kepala BGN Dadan Hindayana langsung memberikan klarifikasi resmi setelah rekaman deretan motor listrik tersebut tersebar luas.

Dadan membenarkan adanya pengadaan kendaraan roda dua tersebut untuk tahun anggaran 2025.

Fungsinya diklaim spesifik untuk mendukung operasional Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di lapangan.

Dadan juga membantah narasi dalam video viral yang menyebut jumlah pengadaan mencapai angka fantastis 70.000 unit.

Menurut data resminya, realisasi total motor listrik saat ini adalah sebanyak 21.801 unit.

Angka ini merupakan bagian dari total 25.000 unit yang memang dipesan untuk tahun anggaran 2025.

"Motor tersebut belum dibagikan. Setelah seluruhnya lengkap, akan dicatat terlebih dahulu sebagai Barang Milik Negara (BMN) sebelum didistribusikan," jelas Dadan.

Ia menambahkan bahwa proses realisasi pengadaan ini sebenarnya sudah dimulai secara bertahap sejak Desember 2025.

Hal ini dilakukan guna memastikan kelancaran teknis pelaksanaan program MBG di berbagai pelosok tanah air.

(TribunTrends.com/TribunnewsBogor.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.