Grid.ID - Kekhawatiran pedangdut ternama Dewi Perssik terkait penyalahgunaan namanya di media sosial akhirnya terbukti nyata. Setelah sebelumnya resah dengan keberadaan akun palsu di Facebook yang mencatut identitasnya, kini kasus tersebut telah memakan korban.
Dewi Perssik mengungkapkan bahwa ada sejumlah orang yang tertipu oleh akun tersebut. Modus yang digunakan cukup meyakinkan, yakni dengan mengatasnamakan dirinya dan menjanjikan hadiah kepada para korban.
“Soalnya kemarin tuh banyak yang dapat hadiah dari Dewi Perssik katanya. Tapi itu padahal bukan aku,” ujar Dewi Perssik saat ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, pada Rabu (8/4/2026).
Dalam penjelasannya, Dewi mengungkapkan bahwa akun palsu tersebut memanfaatkan popularitas namanya untuk menarik perhatian masyarakat. Dengan iming-iming hadiah, pelaku berhasil membuat sejumlah orang percaya bahwa mereka benar-benar berinteraksi dengan sang artis.
Salah satu korban, yaitu seorang ibu-ibu yang merasa telah dijanjikan hadiah oleh akun tersebut. Tanpa menyadari bahwa itu adalah penipuan, korban berharap mendapatkan sesuatu yang dijanjikan.
Meskipun kejadian tersebut bukanlah kesalahannya, Dewi Perssik merasa terpanggil secara moral untuk membantu korban. Ia mengaku tidak tega melihat korban yang sudah berharap namun justru harus menghadapi kenyataan pahit.
“Akhirnya mau nggak mau aku kasih duit sama ibu itu, karena kasihan kan,” ungkapnya.
Insiden ini semakin memperkuat tekad Dewi Perssik untuk mengambil langkah tegas. Ia tidak ingin kejadian serupa kembali terulang dan memakan korban lainnya di masa depan.
“Tapi jangan sampai ini kan keulang lagi gitu sama yang lain,” harapnya.
Dewi berencana menempuh jalur hukum terhadap pihak yang telah mencatut namanya. Ia menilai tindakan tersebut sudah sangat merugikan dan berpotensi membahayakan banyak orang.
Di akhir pernyataannya, Dewi kembali menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki akun Facebook Pro yang terverifikasi dengan tanda centang biru. Ia meminta masyarakat untuk lebih berhati-hati dan tidak mudah percaya pada akun yang mengatasnamakan dirinya.