TRIBUNKALTARA.COM, TANA TIDUNG - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Tana Tidung memastikan isu dugaan aksi begal di wilayah Simpang Manis yang beredar di media sosial tidak benar atau hoaks.
Klarifikasi tersebut dilakukan, setelah personel Satpol PP Tana Tidung langsung mendatangi Kepala Desa Gunawan, Kecamatan Sesayap yang disebut-sebut sebagai lokasi kejadian.
Sebagai informasi Simpang Manis yang ada di Desa Gunawan ini merupakan jalur penghubung antara Kabupaten Tana Tidung, Malinau, dan Bulungan.
Kasi Ops dan Pengendalian Satpol PP Tana Tidung, Heriansyah mengatakan, pihaknya turun langsung ke lapangan untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar di masyarakat.
Baca juga: Viral di Medsos Buaya di Embung Persemaian Sudah Ditangkap, Satpol PP Tarakan Tegaskan Itu Hoaks
Heriansyah menjelaskan, dalam kegiatan tersebut pihaknya bertemu langsung dengan Kepala Desa Gunawan, ketua RT, serta Linmas untuk melakukan klarifikasi.
Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan pihak kepolisian guna memastikan apakah terdapat laporan resmi terkait kejadian tersebut.
“Ternyata dari Desa Gunawan sampai saat ini belum ada informasi atau laporan. Kita juga konfirmasi ke kepolisian dan dinyatakan tidak ada kejadian tersebut,” jelasnya.
Menurutnya, meskipun informasi tersebut tidak terbukti, setiap laporan tetap harus ditindaklanjuti karena berkaitan dengan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Baca juga: Isu Negara Bakal Ambil Alih Tanah tak Sertifikat Selama Dua Tahun, BPN Bulungan Tegaskan Itu Hoaks
Heriansyah menegaskan, pihaknya tetap akan meningkatkan patroli di sejumlah titik rawan sebagai langkah antisipasi.
Ia menyebutkan, patroli dilakukan di berbagai lokasi seperti kawasan Pinus hingga hutan mangrove, termasuk patroli malam hari guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan.
Selain itu, Satpol PP juga terus menjalin komunikasi dengan daerah lain seperti Kabupaten Malinau, khususnya dalam penanganan peredaran minuman keras (miras).
“Selama ini komunikasi kita intens, terutama terkait miras karena banyak yang masuk dari daerah perbatasan. Kalau ada yang perlu ditindaklanjuti bersama, kita siap saling membantu,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihaknya tetap berkomitmen dalam penegakan aturan, termasuk penindakan terhadap peredaran miras, baik tradisional maupun pabrikan.
“Kalau kita temukan di lapangan, tetap kita proses. Itu bagian dari komitmen kita dalam menjaga ketertiban,” tegasnya.
Terkait isu begal, ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak langsung panik, namun tetap meningkatkan kewaspadaan.
(*)
Penulis : Rismayanti