Kampus di Surabaya Siapkan Skema PJJ dan WFH, Praktikum Tetap Tatap Muka
Wiwit Purwanto April 08, 2026 04:05 PM

 

SURYA.CO.ID, Surabaya – Kebijakan pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang mendorong penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) mulai direspons sejumlah perguruan tinggi di Surabaya. 

Kampus kini menyiapkan berbagai skema penyesuaian, mulai dari kuliah daring, hybrid, hingga pengaturan kerja dosen dan tenaga kependidikan (WFH/WFA).

Kebijakan tersebut merupakan bagian dari strategi efisiensi energi nasional, dengan mendorong pengurangan mobilitas aktivitas, termasuk di lingkungan pendidikan tinggi.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menegaskan bahwa penerapan PJJ difokuskan pada mata kuliah teoritis, sementara pembelajaran berbasis praktik tetap dilaksanakan secara tatap muka.

“Setiap program studi diminta mencermati mata kuliah yang memungkinkan dilaksanakan secara daring,” ujarnya.

• Pemkab Jombang WFH Tiap Hari Jumat, Pegawai Diimbau Naik Kendaraan Listrik atau Sepeda

ITS Kaji Skema Jumat WFH, Perkuliahan Tidak Bisa Sepenuhnya Daring

Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Prof. Ir. Bambang Pramujati, S.T., M.Sc.Eng., Ph.D., mengatakan ITS telah menerima edaran tersebut dan saat ini masih dalam tahap pembahasan internal.

Ia menekankan bahwa karakteristik pembelajaran di ITS yang banyak berbasis laboratorium membuat penerapan PJJ tidak bisa dilakukan secara penuh.

“Perkuliahan itu tidak serta-merta bisa WFH semua. Ada kelas-kelas yang harus ada labnya, itu tidak bisa digantikan,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).

ITS juga tengah mempertimbangkan skema kerja empat hari dan satu hari WFH, yang mengacu pada arahan pemerintah dengan opsi pelaksanaan pada hari Jumat.

“Kita akan melihat hari Jumat itu mata kuliah apa saja yang berjalan. Kalau ada praktikum atau lab, tentu tidak bisa kita kosongkan. Mungkin kita geser atau separuh hari,” jelasnya.

Baca juga: WFH Pendidikan: Pakar Umsura Ingatkan Bahaya Belajar Daring

Menurut Bambang, penyesuaian jadwal bukan hal sederhana karena sistem perkuliahan sudah tersusun padat.

“Mengubah kelas itu tidak semudah pindah sana-sini, karena semua sudah terjadwal. Minggu ini kami rapatkan, minggu depan insyaallah mulai dijalankan,” tambahnya.

Ia juga menyoroti kesiapan sistem daring ITS yang sebenarnya sudah terbentuk sejak pandemi COVID-19, meski tetap memiliki keterbatasan.

“Secara sistem online kita siap, tapi tidak semua praktikum bisa digantikan. Ada yang bisa disimulasikan atau dikendalikan jarak jauh, tapi banyak juga yang tidak bisa,” tegasnya.

UPN Veteran Jatim Terapkan Hybrid dan Atur WFH Dosen

Sementara itu, UPN Veteran Jawa Timur (UPNVJT) melalui kebijakan akademik semester genap 2025/2026 telah lebih dulu menerapkan skema hybrid.

Rektor UPNVJT, Prof. Dr. Ir. Akhmad Fauzi, MMT., IPU menetapkan bahwa selama periode tertentu, seperti pelaksanaan UTBK pada 20–30 April 2026, perkuliahan dilakukan secara daring, kecuali kegiatan praktikum, seminar, ujian, dan riset yang tetap berlangsung secara lurin.

"Sesuai dengan himbauan Pak Menteri dan dilakukan dengan penyesuaian di lapangan,"ujarnya.

Selain itu, pengaturan juga dilakukan berdasarkan jenjang semester. Yaitu Semester II dan IV wajib kuliah luring, semester VI dan VIII dapat kuliah daring.

Sedangkan Praktikum, seminar, dan ujian tetap luring, sementara UAS dilaksanakan secara tatap muka.

“Kegiatan pembelajaran dapat dilakukan secara daring, kecuali praktikum, seminar, ujian, riset, dan kegiatan sejenisnya yang tetap dilaksanakan secara luring,” tegasnya.

Tidak hanya mahasiswa, pengaturan juga berlaku bagi dosen dan tenaga kependidikan. Dosen tanpa tugas tambahan diperbolehkan menjalankan tugas secara daring, sementara dosen dengan tugas tambahan dan tenaga kependidikan tetap bekerja luring dengan skema tertentu.

"Absensi juga dilakukan secara online saat menjalankan WFH/WFA,"pungkasnya.

Untag Surabaya Siapkan Daring Jumat dan WFH 50 Persen

Di sisi lain, Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya masih mengkaji penerapan kebijakan tersebut sebelum diberlakukan secara resmi.

Rektor Untag Surabaya, Dr. Harjo Seputro, S.T., M.T. menyebut keputusan final ditargetkan keluar dalam waktu dekat.

“Kami sedang mengkaji untuk pelaksanaan pembelajaran daring terutama di hari Jumat untuk semester 5 ke atas, serta WFH 50 persen untuk tenaga kependidikan,” ujarnya.

Namun, ia menegaskan bahwa mata kuliah berbasis praktik tidak akan dialihkan ke sistem daring.

“Untuk mata kuliah keteknikan tidak kita daringkan. Praktikum tidak bisa ditawar. Kedokteran juga 100 persen luring,” tegasnya.

Menurutnya, kebijakan ini tetap harus menjaga kualitas lulusan, khususnya pada bidang yang membutuhkan kompetensi praktik langsung.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.