Kape Barako, Oleh-oleh Favorit dari Filipina
GH News April 08, 2026 04:09 PM
Jakarta -

Kape Barako kini menjadi primadona oleh-oleh buat para wisatawan yang berkunjung ke Filipina. Kopi khas ini dikenal dengan aroma dan cita rasa kuatnya, membuatnya tak pernah absen dalam daftar belanja turis.

Kape dalam bahasa Tagalog berarti kape. Barako berarti jantan dan dikaitkan dengan citra maskulinitas. Kape barako mencerminkan fakta bahwa kopi Filipina memiliki rasa yang kuat serta kandungan kafeinnya yang tinggi.

Secara tradisional, kape barako disajikan hitam pahit atau dengan tambahan gula aren (muscovado). Pada masa lalu, kopi ini adalah minuman para pria macho (para petani dan pekerja kasar) yang membutuhkan minuman sekuat kerja keras mereka sehari-hari.

Mereka menyeruput kopi itu saat ayam jantan berkokok pukul 04.00. Momen itu bertepatan dengan waktu mereka bersiap untuk memulai hari baru di bawah terik matahari.

Kape barako adalah spesies liberica yang memiliki buah ceri besar dan rasa yang unik. Pohon itu tinggi dan dapat mencapai ketinggian hingga 17 meter, sehingga lebih menyerupai pohon hutan. Citarasa liberika yang kompleks, dengan aroma buah, kayu, bahkan sedikit asap, menjadikannya unik.

Liberika ( bukan kopi asli Filipina. Liberika berasal dari Liberia, Afrika Barat.

Sejarah lokal menceritakan bagaimana para biarawan Spanyol pertama kali menanam pohon-pohon ini di halaman gereja pada 1700-an. Setelah wabah penyakit karat kopi di seluruh dunia menghancurkan perkebunan arabika pada akhir 1800-an, kopi liberika, dengan hasilnya yang lebih kecil tetapi gen yang lebih kuat, menjadi tanaman kopi standar di Filipina.

Kopi itu banyak ditanam di Provinsi Batangas dan Cavite.

***

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.