TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - EGI Resources resmi memperluas langkah bisnisnya ke kawasan Asia Tengah dengan memasuki sektor properti dan hospitality di Samarkand, Uzbekistan.
Ekspansi ini difokuskan pada pengembangan destinasi wisata religi yang tengah tumbuh pesat di kawasan tersebut.
Langkah strategis ini ditandai melalui penandatanganan dua kesepakatan kerja sama dalam forum Uzbekistan–Indonesia Cooperation Forum 2026 yang digelar di Jakarta.
Baca juga: Transformasi Pulau Watakano: Tinggalkan Dunia Malam, Jadi Destinasi Bersih
Inisiatif tersebut mencakup pembangunan hotel baru serta akuisisi aset properti eksisting.
Pada proyek pengembangan, EGI Foods and Beverages LLC menjalin kemitraan dengan Hamkorbank untuk membangun hotel berstandar internasional di kawasan kompleks Makam Imam Bukhari, yang dikenal sebagai salah satu pusat ziarah utama di kawasan Asia Tengah.
Selain itu, melalui entitas ARSLAN AIR LLC, EGI Resources juga mengakuisisi aset hotel milik Trastbank JSC. Properti tersebut akan direvitalisasi dengan konsep baru yang mengangkat identitas budaya Indonesia.
CEO EGI Resources, Erslan Gazali Ibrahim, menyatakan bahwa hotel hasil pengembangan akan mengusung nama “Hotel Kampoeng Indonesia” dengan konsep layanan internasional yang dipadukan dengan keramahtamahan khas Indonesia.
“Konsep ini kami hadirkan untuk memberikan pengalaman berbeda bagi wisatawan, khususnya di destinasi religi yang terus berkembang,” ujarnya.
Dari sisi hubungan bilateral, proyek ini turut mendapat dukungan pemerintah setempat. Hal tersebut tercermin dari kehadiran Gubernur Samarkand A.M. Boboyev serta Duta Besar Uzbekistan untuk Indonesia Oybek Eshonov dalam penandatanganan kerja sama.
Manajemen EGI Resources menilai, ekspansi ini tidak hanya membuka peluang bisnis baru tetapi juga berpotensi memperkuat arus investasi antara Indonesia dan Uzbekistan, terutama di sektor pariwisata dan gaya hidup.
Ke depan, perusahaan optimistis bahwa pengembangan ekosistem wisata religi yang terintegrasi di Samarkand akan menjadi pintu masuk strategis bagi pelaku usaha Indonesia untuk memperluas jejak di pasar internasional.