Jarang Disadari! Pola Makan Berulang Bisa Bikin Berat Badan Turun Lebih Cepat?
SERAMBINEWS.COM – Pola makan sering kali menjadi kunci utama dalam upaya menurunkan berat badan.
Namun, sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa kesederhanaan dalam memilih makanan justru bisa memberikan hasil yang lebih efektif dibandingkan variasi menu yang terlalu beragam.
Dilansir melalui GB News (8/4/2026), studi yang dipublikasikan dalam jurnal Health Psychology ini menemukan bahwa individu yang mengonsumsi makanan yang sama secara berulang cenderung mengalami penurunan berat badan lebih besar dibandingkan mereka yang sering mengganti menu makanan.
Penelitian tersebut melibatkan 112 orang dewasa yang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas selama periode 12 minggu.
Para peserta mengikuti program penurunan berat badan berbasis perilaku dan diminta mencatat asupan makanan harian mereka melalui aplikasi serta memantau berat badan menggunakan timbangan digital.
Baca juga: 9 Penyebab Kolesterol Tinggi di Usia Muda, Diam-diam Bisa Picu Penyakit Jantung
Hasilnya cukup signifikan.
Kelompok yang menerapkan pola makan monoton atau berulang berhasil menurunkan berat badan rata-rata sebesar 5,9 persen.
Sementara itu, kelompok yang mengonsumsi makanan dengan variasi lebih banyak hanya mengalami penurunan sekitar 4,3 persen.
Peneliti utama, Charlotte Hagerman, menjelaskan bahwa konsistensi dalam pola makan dapat membantu membentuk kebiasaan yang lebih otomatis.
Dengan kata lain, seseorang tidak perlu terus-menerus memikirkan pilihan makanan setiap hari, sehingga lebih mudah menjaga pola makan sehat.
Menurutnya, di tengah banyaknya pilihan makanan saat ini, menjaga pola makan bergizi membutuhkan usaha dan kemauan yang besar.
Baca juga: Makanan Sehat untuk Usus Ternyata Bisa Picu Risiko Jantung, Ini Penjelasannya
Oleh karena itu, menciptakan rutinitas makan yang sederhana dapat membantu mengurangi beban tersebut.
Meski begitu, para ahli mengingatkan bahwa pola makan monoton tidak berarti mengabaikan kebutuhan nutrisi tubuh.
Amanda Velazquez menekankan bahwa variasi makanan tetap penting, terutama untuk menjaga kualitas gizi dan kesehatan mikrobioma usus.
Ia menyarankan pendekatan yang lebih seimbang, yaitu tetap mengonsumsi berbagai jenis makanan sehat dengan warna yang beragam, namun menjaga jumlah kalori tetap stabil dan waktu makan teratur.
Dengan demikian, pola makan sederhana memang bisa membantu proses penurunan berat badan, tetapi tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu.
Pendekatan nutrisi yang tepat dan personal menjadi kunci utama untuk mencapai hasil yang optimal sekaligus menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Baca juga: Cuma 11 Menit! Studi Ungkap Kebiasaan Sederhana yang Bisa Turunkan Risiko Serangan Jantung
(Serambinews.com/Sri Anggun Oktaviana)