El Nino Godzilla Ancam Lampung, Kemarau Diprediksi Lebih Panjang dan Kering
Daniel Tri Hardanto April 08, 2026 05:19 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Fenomena pemanasan suhu muka laut global atau El Nino yang dijuluki “Godzilla” diprakirakan berdampak pada kondisi cuaca di Provinsi Lampung sepanjang 2026. 

Dampaknya, musim kemarau di Lampung diprediksi berlangsung lebih panjang, panas, dan kering dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Koordinator Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas I BMKG Raden Intan II Lampung, Rudi Harianto, mengatakan awal musim kemarau di wilayah Lampung diperkirakan mulai terjadi pada Mei hingga Juni 2026, bahkan sebagian besar wilayah diprediksi sudah mulai memasuki kemarau sejak awal Mei.

“Sebagian besar wilayah Lampung diprakirakan sudah mulai memasuki musim kemarau sejak awal Mei 2026,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).

Ia menambahkan, puncak musim kemarau diprakirakan berlangsung pada Juli hingga September 2026.

“Untuk puncak musim kemarau diprakirakan terjadi pada Juli, Agustus hingga September 2026,” lanjutnya.

Saat ini, Lampung masih berada pada masa pancaroba atau peralihan dari musim hujan ke musim kemarau.

Pada April 2026, curah hujan masih tergolong menengah hingga tinggi, berkisar antara 51 hingga 300 mm per bulan. 

Masa pancaroba ditandai dengan perubahan cuaca yang cepat dan tidak menentu, di mana pagi hingga siang hari terasa panas terik, namun dapat tiba-tiba turun hujan lebat pada sore atau malam hari.

“Kondisi ini bisa memicu hujan lebat berdurasi singkat, angin kencang, puting beliung, hingga peningkatan petir dan guntur. Bahkan dalam kondisi tertentu bisa terjadi hujan es,” jelasnya.

Lebih lanjut, Rudi mengingatkan dampak El Nino juga berpotensi menimbulkan sejumlah risiko di Lampung, mulai dari kekeringan akibat minimnya curah hujan, meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan, hingga terganggunya produksi pangan, khususnya sektor pertanian padi.

“Kami mengimbau masyarakat mulai melakukan langkah mitigasi, seperti menampung air hujan dan menggunakan air secara bijak,” katanya.

Ia juga mengingatkan para petani dan pemerintah daerah agar meningkatkan kewaspadaan serta melakukan langkah antisipasi sejak dini.

“Petani dan pemerintah daerah perlu melakukan langkah-langkah antisipasi untuk meminimalkan dampak El Nino,” tuturnya. 

Sementara titik hospot di Lampung belum ada lantaran masih diprediksi hujan dalam beberapa hari ke depan. 

"Belum, di Provinsi Lampung tiga hari ke depan potensi hujan masih tinggi," tandasnya. 

(Tribunlampung.co.id/Riyo Pratama)

EL NINO - Faktor pengendali iklim di Indonesia.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.