Tribunlampung.co.id, Way Kanan – Kondisi jalan rusak berbatu menyambut iring-iringan mobil pejabat yang tiba di Kampung Gunung Sari, Kecamatan Rebang Tangkas, Kabupaten Way Kanan, Lampung, Rabu (8/4/2026).
Ruas jalan itu merupakan jalur penghubung antara Kasui-Air Ringkih. Selama puluhan tahun jalan ini belum menuai perbaikan.
Kini Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama jajarannya hadir di Balai Kampung Gunung Sari melakukan groundbreaking perbaikan jalan itu.
Seremonial ini menjadi tanda dimulainya transformasi jalan berbatu menjadi jalur beton mulus yang telah lama dinantikan warga.
Gubernur Mirza justru meminta maaf kepada masyarakat Way Kanan karena perbaikan jalan provinsi di wilayah itu baru bisa direalisasikan secara masif pada tahun anggaran 2026.
Baca juga: Gubernur Mirza: Saya Paham Warga Jengkel hingga Sakit Pinggang karena Jalan Rusak
Ia menyoroti kondisi jalan yang disebut warga sudah rusak selama belasan tahun
"Saya paham jalan adalah kebutuhan utama. Selama belasan tahun ini masyarakat menahan sabar, menahan jengkel, hingga sakit pinggang karena jalan rusak. Dampak paling nyata adalah biaya logistik petani yang tinggi," ujar Gubernur.
Setelah diperbaiki, menurut Mirza, ruas Jalan Kasui-Air Ringkih akan menunjang kemudahan akses bagi masyarakat dua provinsi, yakni Muaradua (Sumsel) ke Bandar Lampung
"Setelah diperbaiki, yang dari Muaradua akan lebih cepat satu setengah jam untuk menuju Bandar Lampung, jadi mereka tidak perlu lewat Martapura," imbuhnya..
Berdasarkan data Dinas BMBK Lampung, Pemprov Lampung mengelola 13 ruas jalan di Way Kanan dengan total panjang 261,199 km.
Tingkat kemantapan jalan saat ini baru mencapai 58,74 persen, dengan tantangan utama berupa jalan rusak berat sepanjang 101,073 km.
Pada tahun 2026 ini ditargetkan mampu mendongkrak kemantapan jalan kabupaten menjadi 66,65 persen.
Target tersebut dilakukan dengan pengalokasian anggaran sebesar Rp 172,2 Miliar, untuk paket pekerjaan, dengan target penanganan efektif sepanjang 20,20 km.
Saat ini, progres di lapangan menunjukkan tiga paket telah terkontrak, sementara 4 paket lainnya sedang dalam proses lelang.
Ruas yang dikunjungi Gubernur hari ini menjadi prioritas utama penanganan, yakni Ruas Kasui – Air Ringkih, Ruas Sp. Soponyono – Serupa Indah, dan Ruas Tegal Mukti – Tajab.
Ruas Kasui – Air Ringkih, dikerjakan oleh PT Karyatama Saviera dengan nilai kontrak **Rp 53,319 Miliar.
Jalan sepanjang 5.640 meter ini akan dibangun menggunakan perkerasan kaku (Rigid Pavement/Beton) agar tahan lama meski dilintasi kendaraan bermuatan berat.
Lalu, Ruas Tegal Mukti – Tajab, menelan biaya Rp 67,017 Miliar oleh PT Reksa Jaya Indah. Penanganan sepanjang 8.937 meter (aspal) ditargetkan mencapai kemantapan 100 persen.
Ruas Sp. Soponyono – Serupa Indah, Dikerjakan CV Istana Kekal Abadi dengan nilai Rp 7,651 Miliar sepanjang 1.000 meter.
(Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto)