Tribunlampung.co.id, Pringsewu - Upaya pencarian korban hanyut di aliran sungai Pekon Rantau Tijang, Kecamatan Pardasuka, Kabupaten Pringsewu, masih terus dilakukan.
Memasuki hari keempat, tim gabungan memperluas area penyisiran demi menemukan korban yang diduga terseret arus sungai.
Kapolsek Pardasuka Iptu Bastari Supriyanto menjelaskan, tim gabungan menyisir area hingga beberapa kilometer ke arah hilir, tepatnya menuju arah kecamatan Way Lima, Kabupaten Pesawaran.
“Penyisiran diperluas dari titik awal kejadian hingga ke hilir untuk mengantisipasi kemungkinan korban terbawa arus lebih jauh,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).
Selain penyisiran manual, tim juga kembali menurunkan alat berat jenis ekskavator untuk melakukan penggalian dan pembersihan material serta endapan banjir yang diduga menimbun tubuh korban.
Bastari menambahkan, pencarian melibatkan tim gabungan dari kepolisian, TNI, Basarnas, BPBD, serta masyarakat setempat.
Proses pencarian dibagi dalam beberapa tim guna meningkatkan efektivitas di lapangan.
“Tim gabungan dibagi menjadi beberapa kelompok agar pencarian lebih maksimal, baik di permukaan maupun di titik-titik yang dicurigai,” ujar Bastari.
Ia menegaskan, pencarian akan terus diupayakan hingga korban ditemukan.
Pihaknya berharap proses ini segera membuahkan hasil.
“Kami berharap korban dapat segera ditemukan agar bisa segera diserahkan kepada pihak keluarga,” tambahnya.
Diketahui, korban bernama Riza Kurniawan alias Eza (28), warga Desa Penengahan, Way Khilau, Kabupaten Pesawaran, namun berdomisili di Pekon Rantau Tijang, Pardasuka, bersama istri dan anaknya.
Korban dilaporkan hilang setelah terseret arus sungai pada Minggu (5/4/2026) sore, saat hendak menyeberangi sungai sepulang dari sawah.
Diduga, debit air yang tiba-tiba meningkat membuat arus menjadi deras hingga akhirnya menyeret korban.
(Tribunlampung.co.id/Oky Indrajaya)