Sentra PKL SLG Kediri Mulai Ramai, Pedagang Harap Penataan dan Kebersihan Ditingkatkan
faridmukarrom April 08, 2026 08:50 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM  | KEDIRI -  Hampir satu tahun sejak dibuka pada Juni 2025, kawasan sentra PKL Simpang Lima Gumul (SLG) di Kabupaten Kediri mulai menunjukkan geliat ekonomi. Puluhan lapak telah terisi dan aktivitas jual beli perlahan meningkat, terutama saat akhir pekan.

Meski demikian, para pedagang masih memiliki sejumlah harapan agar kawasan ini bisa berkembang lebih optimal dan semakin ramai pengunjung.

Salah satu pedagang ikan hias, Riyus Fabrianto, pemilik Havis Fish Store asal Wonojoyo, Kecamatan Gurah, mengaku perkembangan kawasan cukup positif dibanding awal dibuka.

"Sekarang sudah mulai ramai, pedagang juga semakin banyak. Pengunjung juga sudah mulai datang, terutama saat akhir pekan," katanya saat ditemui, Rabu (8/4/2026).

Baca juga: Stok Beras Bulog Tulungagung Tembus 45.000 Ton, Serapan Gabah Petani Terus Meningkat

Di lapaknya, Riyus menjual berbagai jenis ikan hias seperti koi, koki, hingga glowfish dengan harga terjangkau.

"Kalau glowfish paket Rp 10 ribu, ikan koki kecil juga sekitar Rp 10 ribu, sedangkan yang besar bisa sampai Rp 50 ribu sampai Rp 65 ribu," jelasnya.

Ia menyebut, minat pembeli paling tinggi terjadi pada Sabtu dan Minggu, sementara hari biasa masih fluktuatif.

Pedagang Harap Kebersihan dan Penataan Ditingkatkan
Meski mulai ramai, pedagang berharap ada peningkatan dalam pengelolaan kawasan, khususnya kebersihan dan penataan lapak.

"Harapannya kebersihan lebih diperhatikan, supaya pengunjung nyaman," ungkapnya.

Selain itu, ia juga berharap adanya pembinaan rutin dari pemerintah.

"Kalau ada pengarahan rutin dari pemerintah, tentu pedagang bisa lebih tertata dan kawasan ini semakin hidup," tambahnya.

Pembeli Nilai Berpotensi Jadi Destinasi Wisata
Salah satu pengunjung, Wahyu, menilai kawasan sentra PKL SLG memiliki potensi besar sebagai pusat ekonomi sekaligus wisata keluarga.

"Harganya relatif terjangkau, cukup ekonomis. Tempatnya juga bagus, tinggal penataannya saja yang perlu ditingkatkan," ujarnya.

Menurutnya, jika fasilitas dan tata kawasan diperbaiki, daya tarik pengunjung akan semakin meningkat.

"Harapannya ke depan lebih tertata lagi, lebih strategis, dan bisa dinikmati semua kalangan masyarakat," katanya.

Pemerintah Dorong Optimalisasi Kawasan
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskopusmik) Kabupaten Kediri, Santoso, menegaskan bahwa pemerintah terus mendorong optimalisasi kawasan sebagai pusat ekonomi baru.

"Harapan kami, kawasan pasar ikan ini bisa menumbuhkan perekonomian, khususnya bagi pelaku usaha mikro di Kabupaten Kediri," jelasnya.

Saat ini, tingkat keterisian lapak telah mencapai sekitar 90 persen dari total 212 lapak yang tersedia. Namun, belum seluruh lapak aktif digunakan setiap hari.

"Secara data sudah penuh, tapi yang aktif sekitar 90 persen. Sisanya kami dorong untuk segera menempati lapak yang sudah disediakan," jelasnya.

Kawasan sentra PKL SLG sendiri dibagi dalam beberapa zona, mulai dari ikan dan tanaman hias, UMKM, hingga aneka satwa.

"Segmennya sudah terbagi. Yang mendominasi memang kuliner ikan dan UMKM. Ini potensi besar untuk menarik pengunjung," bebernya. 

(tribunmataraman.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.