Jakarta (ANTARA) - Sejumlah warga mengeluhkan sempitnya jalanan akibat tumpukan sampah yang menggunung lebih dari satu bulan di Jalan Rusunawa Cakung Barat, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur (Jaktim).
"Sampah menumpuk gini udah lebih satu bulan. Udah dari sebelum puasa. Udah pasti terganggu, jalanan mau lewat. Jalanan jadi sempit, sedikit karena banyak sampah gini. Makanya yang lewat suka ngeluh ini kenapa ya," kata salah satu warga Adi (58) di Jakarta Timur, Rabu.
Adi menyebut, tumpukan sampah itu mengganggu aktivitas sehari-hari. Selain menimbulkan bau tak sedap, keberadaan sampah yang meluber hingga ke badan jalan membuat akses kendaraan menjadi sempit.
Menurut dia, penyebab utama penumpukan sampah diduga karena keterlambatan pengangkutan oleh petugas. Bahkan, dalam beberapa kesempatan, mobil pengangkut sampah tidak datang sama sekali atau hanya datang dalam jumlah terbatas.
"Memang tidak ada penampungan sampah lagi, tempat sampah lain tidak ada. Ini kan karena telat mobil yang angkut, kadang malah tidak datang, kadang datang satu mobil doang," jelasnya.
Adi menjelaskan, sampah yang menumpuk berasal dari sejumlah wilayah di sekitar lokasi, yakni RW 08 mulai RT 01 sampai RT 12.
Meski terdapat tempat pembuangan di wilayah lain, warga setempat tetap bergantung pada titik tersebut sehingga volume sampah terus meningkat.
Dia berharap, pemerintah segera mengambil langkah cepat untuk membersihkan tumpukan sampah dan mengembalikan sistem pengangkutan seperti semula agar kondisi tidak semakin parah.
"Pengennya dibersihkan kayak dulu. Mobil pengangkut datang lagi banyak jadi ga terlantar gini sampahnya," ucap Adi.
Warga lainnya, Jaka (33) menyebut, tumpukan sampah di pinggir jalan membuat dirinya harus lewat pinggir setiap melewati jalan tersebut.
"Liat aja sampah sampai ke jalan gini, bikin susah pengendara mau lewat. Setiap lewat sini harus minggir-minggir dulu," ujarnya.
Jaka berharap, adanya tindak lanjut cepat untuk mengatasi tumpukan sampah di Jakarta, khususnya yang mengganggu aktivitas warga.
Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur (Jaktim) mendorong pemilahan sampah dari sumbernya, yakni rumah tangga, untuk mengurangi beban pembuangan di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat.
"Pemerintah pun mendorong masyarakat untuk mulai mengurangi volume sampah serta melakukan pemilahan sejak dari sumbernya, yakni rumah tangga untuk mengatur pembuangan di TPST Bantargebang," kata Wali Kota Jakarta Timur Munjiri di Kantor Walikota Jakarta Timur, Selasa (7/4).
Dia menyebut, pihaknya menjalin kolaborasi dengan Pusat Daur Ulang Plastik (PDUP) Ciracas untuk mengelola sampah anorganik.
Selain itu, Satuan Tugas (Satgas) Bank Sampah di setiap kelurahan yang telah dibentuk melalui Surat Edaran Wali Kota Nomor e-0005/SE/2026 juga dioptimalkan perannya.
Satgas ini bertugas mengoordinasikan pengiriman sampah anorganik dari Bank Sampah Unit ke PDUP Ciracas, sekaligus melaporkan kegiatan melalui sistem daring yang telah disediakan.





