Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Jakarta Barat (Pemkot Jakbar) terus mengurangi volume sampah melalui penerapan pemilahan dan pengelolaan sampah dari sumbernya di masyarakat.
"Jadi kalau kita sudah lakukan pengurangan sampah dari sumber, otomatis tadi yang saya sampaikan, kalau kita berhasil 70 persen dipilah dan dikelola, berarti hanya 30 persen yang diangkut," kata Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah kepada wartawan kegiatan workshop gerebek pilah sampah di Rusun Tambora, Rabu.
Menurut dia, butuh kesadaran masyarakat untuk memilah sampah. Namun, pihaknya terus menggencarkan sosialisasi di setiap wilayah terkait pilah sampah, khususnya di lingkungan paling kecil yakni rumah tangga hingga komunitas besar seperti Rusun Tambora.
"Memang kemarin juga ada beberapa persoalan di mana sampah yang dibuang masyarakat di sini menjadi perhatian kita. Ini menjadi tumpukan sampah yang menjadi persoalan," ujar Iin.
Namun demikian, Iin memastikan sekarang ini volume sampah di kawasan tersebut telah berkurang setelah pihaknya membentuk tim.
"Tinggal kami fokus dengan membentuk tim bersama masyarakat untuk kerja sama secara sinergi, dari mulai pengurangan sampah, pemilahan sampah, dan pengelolaan sampah," ucap dia.
Kegiatan workshop pemilihan sampah di Rusun Tambora merupakan salah satu bentuk mitigasi terkait permasalahan penumpukan sampah di sejumlah titik.
"Jadi apa yang kami lakukan hari ini adalah bentuk upaya kami untuk memitigasi penumpukan sampah dan pengangkutan sampah atau volume sampah yang diangkut ke TPST Bantar Gebang," tutur dia.
Diketahui, Jakarta Barat terkena pembatasan kuota pembuangan sampah ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, dari 308 truk menjadi 190 truk per hari.
Kondisi tersebut membuat Pemkot setempat menggenjot upaya pemilahan sampah sebagai salah satu alternatif pengurangan residu atau volume sampah yang dibuang ke Bantar Gebang.
Sebelumnya, Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Jakarta Barat tengah mengupayakan penyediaan karung-karung berkapasitas dua hingga tiga meter kubik untuk mengatasi masalah sampah di Rusunawa Tambora.
Kepala Sudin LH Jakarta Barat, Achmad Hariadi mengatakan, karung-karung itu akan dimanfaatkan sesuai dengan jenis-jenis sampah yang diproduksi warga.
"Kita lagi mengusahakan adanya kantong atau karung besar untuk menampung sampah-sampah organik seperti dedaunan atau ranting-ranting tanaman selain SOD (sampah organik dapur)," kata Hariadi saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Selasa (7/4).





