Laporan Kontributor TribunPriangan.com Garut, Sidqi Al Ghifari
TRIBUNPRIANGAN.COM, GARUT - Akses utama di Jalan Raya Garut–Pameungpeuk tepatnya di Kampung Cialeuan, atau Gunung Gelap, Desa Mekarwangi, Kecamatan Cihurip, Kabupaten Garut, tertutup material longsor sejak Rabu (7/4/2026) sore.
Hingga malam hari, material tanah, dan pohon masih menutup badan jalan sehingga arus lalu lintas dari kedua arah belum dapat dilalui kendaraan.
Petugas dari Polsek Cihurip bersama jajaran kepolisian telah berada di lokasi untuk melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP) serta pengamanan arus lalu lintas.
Namun, proses pembersihan terkendala karena alat berat yang dibutuhkan belum tiba di lokasi.
Kasie Humas Polres Garut, Ipda Susilo Adhi, mengatakan longsor terjadi akibat curah hujan tinggi yang mengguyur kawasan tersebut sejak siang hari.
Baca juga: Longsor Masih Putus Jalur Selatan, Pengendara Diimbau Lewat Alternatif Bungbulang
"Longsor terjadi sekitara pukul 16.30 WIB dengan panjang sekitar 10 meter, lebar 6 meter, dan tinggi material mencapai 1,5 meter. Saat ini material masih menutup jalan dan belum bisa dilalui kendaraan," ujarnya kepada Tribun.
Ia menuturkan, hingga saat ini tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Meski demikian, pihak kepolisian terus berjaga di lokasi untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan serta mengatur arus kendaraan agar tidak mendekati area longsor.
Petugas masih menunggu kedatangan alat berat untuk mempercepat proses evakuasi material longsor.
"Hingga malam ini masih menunggu alat berat yang sedang dalam perjalanan," ungkapnya.
Warga dan pengguna jalan diimbau untuk sementara waktu mencari jalur alternatif hingga akses utama kembali normal.
Jalur alternatif untuk menuju selatan Garut yang disarankan polisi yakni dengan melalui Pakenjeng atau Bungbulang.
Dari pantauan Tribun, perjalanan menuju wilayah selatan Pameungpeuk dapat ditempuh melalui dua jalur utama dengan waktu tempuh yang relatif berbeda, yakni melalui Cikajang dan Bungbulang.
Untuk jalur melalui Cikajang, waktu tempuh dari pusat Garut menuju Pameungpeuk diperkirakan berkisar antara tiga hingga empat jam dalam kondisi normal.
Namun, waktu perjalanan dapat bertambah hingga lima jam apabila terjadi kepadatan lalu lintas, cuaca buruk, atau kerusakan jalan di sejumlah titik.
Sedangkan jika melalui jalur alternatif Bungbulang umumnya membutuhkan waktu lebih lama, yakni sekitar 3,5 hingga 4,5 jam perjalanan.
Meski demikian, jalur ini kerap dipilih sebagai opsi cadangan, terutama saat jalur Cikajang mengalami gangguan seperti longsor atau kemacetan.
Secara karakteristik, jalur Cikajang dikenal memiliki medan yang lebih ekstrem dengan banyak tanjakan, turunan, dan tikungan tajam.
Adapun jalur Bungbulang cenderung lebih memutar, namun dinilai lebih stabil di beberapa titik sehingga menjadi pilihan bagi pengendara yang mengutamakan keamanan dan kenyamanan perjalanan.(*)