Bocah SMP di Jember Terseret Arus Selokan Saat Banjir, Selamat karena Pandai Berenang
Haorrahman April 08, 2026 11:57 PM

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Jember - Seorang pelajar SMP di Kabupaten Jember, Jawa Timur, nyaris menjadi korban arus banjir setelah terperosok ke selokan yang meluap. Beruntung, kemampuan berenangnya membuat nyawanya terselamatkan.

Peristiwa tersebut dialami Putra Zakaria (13), siswa kelas VII SMP Negeri 11 Jember, pada Rabu (8/4/2026) sekitar pukul 15.00 WIB di Jalan M Yamin, Kelurahan Tegalbesar, Kecamatan Kaliwates.

Saat itu hujan deras mengguyur kawasan tersebut selama hampir dua jam, membuat selokan selebar sekitar 1,5 meter meluap hingga airnya melimpas ke badan jalan.

Baca juga: SPPG di Jember Masih Enggan Gunakan Ikan untuk Menu MBG, Dinas Rekomendasikan Lele

Tas Sekolah Jatuh


Putra saat kejadian sedang dibonceng ibunya, Rotinah, menggunakan sepeda motor. Mereka melintas di Jalan M Yamin setelah pulang sekolah dan bekerja, sebelum kembali ke rumah mereka di Kecamatan Mumbulsari.

Namun ketika melintas di jembatan kecil di atas selokan yang sedang meluap, tas sekolah Putra terjatuh.

Putra kemudian turun untuk mengambil tas tersebut. Tanpa disadari, tas itu jatuh tepat di bibir selokan yang tertutup air banjir.

Baca juga: Pemkab Jember Canangkan USG Serentak Ibu Hamil Mulai April 2026 untuk Tekan AKI dan AKB

"Tas sekolahnya baru beli semalam. Anak saya mau mengambilnya saat jatuh. Ketika mengambil itu, satu kakinya ternyata masuk ke sungai yang tidak kelihatan karena banjir," kata Rotinah.

Saat itulah Putra terpeleset dan terperosok ke dalam selokan yang arusnya sedang deras.

Baca juga: Hari ke-6 Pencarian Wisatawan Hanyut di Pantai Papuma Jember, Tim SAR Gunakan Drone

Terseret 20 Meter

Arus air yang kuat membuat tubuh Putra terseret hingga sekitar 20 meter. Bahkan tubuhnya sempat tenggelam di aliran air.

Rotinah yang melihat anaknya terbawa arus langsung berteriak meminta pertolongan warga sekitar.

"Beruntung anak saya bisa berenang, jadi bisa bertahan sambil minta tolong," ujar Rotinah.

Baca juga: Dalam Tiga Bulan, 10 Ibu Meninggal Saat Melahirkan di Jember

Putra sendiri berusaha menyelamatkan diri dengan berenang mengikuti arus air hingga menemukan sebatang kayu untuk berpegangan.

"Sekitar 20 meter. Saya lalu pegangan di kayu sambil teriak minta tolong," kata Putra.

Diselamatkan Warga yang Mendengar Teriakan
Teriakan Putra akhirnya didengar oleh seorang warga bernama Ghozali yang berada di sekitar lokasi.

Ghozali awalnya mengira ada anak yang sedang mandi di sungai, karena aliran selokan tersebut memang sering digunakan anak-anak bermain air.

"Saya melihat tangan, akhirnya saya menariknya. Awalnya saya kira anak yang mandi di sungai," ujarnya.

Ghozali kemudian menarik Putra keluar dari aliran air hingga bocah tersebut berhasil diselamatkan.

Tim relawan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember tiba di lokasi sekitar 30 menit setelah menerima laporan adanya anak yang terseret arus.

Tim Reaksi Cepat BPBD kemudian membantu mengevakuasi Putra dan mengantarkannya bersama ibunya kembali ke rumah mereka di Mumbulsari.

Setelah diselamatkan, Putra terlihat menggigil karena pakaian sekolahnya basah kuyup. Seorang relawan BPBD meminjamkan kaus untuk mengganti seragamnya.

Dalam kejadian tersebut, Putra mengalami lebam pada bagian lengan kanan atas, namun kondisinya secara umum dilaporkan selamat.


 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.