TRIBUN-TIMUR.COM - Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 17 Makassar dibobol maling lagi.
Wakil Ketua DPRD Sulsel, Fauzi Andi Wawo, mendesak Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel segera evaluasi sistem keamanan sekolah menyusul kejadian berulang tersebut.
Dalam beberapa waktu terakhir, sekolah ini dilaporkan sudah tiga kali menjadi sasaran pencurian.
Kejadian tersebut dinilai tidak bisa lagi dianggap sepele.
Pelaku menyasar fasilitas sekolah, terutama unit pendingin ruangan atau AC yang terpasang di sejumlah ruangan.
Uchi sapaan Fauzi Andi Wawo menegaskan, kejadian berulang ini menunjukkan adanya kelemahan dalam sistem pengamanan yang harus segera dibenahi.
"Ini harus menjadi perhatian serius Disdik Sulsel. Kalau sudah sampai tiga kali kejadian, artinya ada kelemahan dalam sistem pengamanan, harus segera diperbaiki," ujarnya, Rabu (8/4/2026).
Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Makassar itu juga mendorong agar Disdik Sulsel melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan di sekolah.
Ia menekankan pentingnya menjaga fasilitas pendidikan yang dibeli menggunakan anggaran negara.
"Jangan sampai kejadian seperti ini terus berulang dan merugikan sekolah. Fasilitas itu dibeli dengan anggaran negara, jadi harus dijaga dengan baik," katanya.
Baca juga: Kakak Korban Tersengat Listrik di Gowa Tersangka
Selain itu, Fauzi juga meminta agar pihak terkait segera berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tersebut.
Menurutnya, langkah tegas diperlukan agar pelaku mendapat efek jera dan kejadian serupa tidak terulang.
"Perlu ada langkah tegas, baik dari sisi pengamanan maupun penegakan hukum. Kita tidak ingin sekolah menjadi sasaran empuk kejahatan," katanya.
Ia berharap Disdik Sulsel segera mengambil langkah konkret, mulai dari peningkatan pengawasan hingga pemasangan sistem keamanan tambahan.
Evaluasi terhadap petugas penjagaan di sekolah juga dinilai penting untuk dilakukan.
"Intinya, jangan sampai kejadian ini terulang lagi. Lingkungan sekolah harus aman agar proses belajar mengajar berjalan dengan baik," tegasnya.
SMAN 17 Makassar di Jl Sunu, Kelurahan Suangga, Kecamatan Tallo, Makassar, memang menjadi target aksi pencurian dalam beberapa bulan terakhir.
Dalam kurun waktu kurang dari tiga bulan, sekolah tersebut sudah tiga kali dimasuki maling.
Adapun menjadi incaran pelaku adalah kondensor AC yang terpasang di bagian belakang ruangan kelas.
Koordinator Kesehatan dan Keselamatan Lingkungan SMAN 17 Makassar, Mirdan Midding, menjelaskan pencurian pertama terjadi pada Januari 2026.
Aksi serupa kembali terjadi pada Maret 2026.
Terbaru, kejadian kembali terulang pada Sabtu (4/4/2026) lalu.
Pihak sekolah pun akhirnya memutuskan untuk membawa kasus ini ke ranah hukum.
Dalam setiap kejadian, jumlah kondensor AC yang hilang rata-rata mencapai tiga unit.
"Jadi tadi malam setelah kita rapat di sekolah, pimpinan mempercayakan ke saya untuk melapor ke Sektor 8 Tallo," ujar Mirdan.
Ia berharap pihak kepolisian segera mengungkap pelaku pencurian tersebut.
Dengan begitu, kejadian serupa tidak kembali terulang di lingkungan sekolah.
"Kalau taksiran kerugian, diperkirakan sudah mencapai Rp15 juta," katanya.
Sekuriti Dipecat!
Pihak SMAN 17 Makassar mengambil langkah tegas usai kasus pencurian yang terjadi berulang.
Selain melapor ke polisi, pimpinan sekolah juga mengevaluasi kinerja petugas keamanan.
Koordinator Kesehatan dan Keselamatan Lingkungan SMAN 17 Makassar, Mirdan Midding, mengatakan evaluasi dilakukan menyeluruh terhadap sistem penjagaan di lingkungan sekolah.
Ia menyebut, sekuriti yang berjaga saat malam kejadian pencurian mendapat sanksi tegas.
"Jadi sekuriti yang berjaga pada malam kejadian, mendapat tindakan keras dari pimpinan dengan dikeluarkan dari kantor," ujarnya.
Mirdan menjelaskan, sebelumnya terdapat empat petugas keamanan yang bertugas di sekolah.
Namun, satu di antaranya telah diangkat sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), sehingga jumlah sekuriti aktif berkurang.
Seiring berulangnya kasus pencurian, dua petugas keamanan lainnya juga turut dirumahkan.
Kondisi ini membuat pihak sekolah harus mengambil langkah darurat untuk menjaga keamanan lingkungan.
Untuk sementara waktu, tujuh pegawai aktif sekolah disiagakan guna mengisi kekosongan petugas keamanan.
Mereka diberikan tugas tambahan untuk menjaga sekolah, khususnya pada malam hari.
Sistem penjagaan pun dilakukan secara bergiliran dengan pola shift.
"Jadi untuk pegawai itu diterapkan jaga malam mengantisipasi hal-hal berikut," jelas Mirdan.
Langkah ini diambil sebagai upaya mencegah kejadian serupa kembali terulang.
Di sisi lain, pihak kepolisian juga telah menerima laporan terkait kasus pencurian tersebut.
Kapolsek Tallo, AKP Asfada, memastikan tim operasional telah bergerak melakukan penyelidikan sejak laporan diterima.
"Laporannya sudah kami terima semalam dan saat ini tim opsnal sejak semalam sudah melakukan penyelidikan dan mencari keterangan untuk mengungkap pelaku," katanya.