8 Tahanan Polres Bangka Kabur Saat Subuh, Terungkap dari Teriakan Tahanan Lain
Asmadi Pandapotan Siregar April 08, 2026 10:38 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pihak kepolisian terus memburu para tahanan yang kabur dari sel Mapolres Bangka pada Rabu (8/4/2026) sekitar pukul 04.00 WIB. Dari total delapan tahanan yang melarikan diri, dua orang di antaranya telah berhasil diamankan.

Satu tahanan diketahui menyerahkan diri beberapa jam setelah kejadian. Sementara satu lainnya, Hari Darma yang terlibat kasus perlindungan perempuan dan anak (PPA), berhasil ditangkap di wilayah Mentok, Kabupaten Bangka Barat, sekitar pukul 14.30 WIB.

Kapolres Bangka, AKBP Deddy Dwitiya Putra, mengatakan hingga Rabu sore pihaknya masih terus melakukan pengejaran terhadap enam tahanan yang tersisa. Upaya pencarian dilakukan oleh personel gabungan di seluruh wilayah Pulau Bangka dan sekitarnya.

“Personel gabungan sudah bergerak mencari di seluruh area Pulau Bangka dan sekitarnya,” ujarnya saat konferensi pers di Aula Tribrata Polres Bangka.

Kemudian, disinggung soal rusaknya sejumlah tembok pagar di kawasan Mapolres Bangka yang dianggap mempermudah pelarian para tahanan, AKBP Deddy menyatakan bahwa hal itu tidak ada kaitannya.

“Saya pikir itu tidak ada kaitannya, karena tembok (pagar-red) itu hanya sebatas hiasan atau tempelan di luar gedung, jadi tidak mempengaruhi,” ucapnya.

Kata dia, pihaknya justru fokus memperbaiki sel-sel tahanan, khususnya teralis-teralis yang diupayakan langsung diperbaiki sore ini.

Baca juga: 8 Tahanan Kabur, Kapolres Bangka Tanggapi Dugaan Kunci Sel dan Gergaji Diselundupkan

“Sore ini sudah diupayakan membuat teralis tambahan dalam rangka mengamankan sel-sel tersebut,” ujarnya.

Dengan adanya kejadian ini, pihaknya akan melakukan evaluasi seluruh personil Polres Bangka, termasuk dalam hal penjagaan dan pengamanan di ruang tahanan.

Diakuinya, pihaknya akan menambah jumlah personil masing-masing piket jaga ruang tahanan sehingga bisa mem-back up penjagaan.

Lebih lanjut, dirinya menyebut bahwa kejadian kaburnya para tahanan itu terjadi sekira pukul 04.00 WIB lebih.

SEL POLRES BANGKA — Potret sel atau ruang tahanan Polres Bangka, Rabu (8/4/2026). Delapan orang tahanan Polres Bangka kabur dari sel saat subuh hari.
SEL POLRES BANGKA — Potret sel atau ruang tahanan Polres Bangka, Rabu (8/4/2026). Delapan orang tahanan Polres Bangka kabur dari sel saat subuh hari. ((Bangkapos/Arya Bima Mahendra)/Arya Bima Mahendra)

Saat ini, diketahui masih ada 6 orang tahanan yang masih diburu dan dicari keberadaannya dalam waktu secepatnya.

“Kita mohon doanya, semoga secepatnya ini bisa terungkap dan cepat tertangkap semuanya,” ujarnya.

Terakhir, dirinya meminta bantuan masyarakat apabila menemukan dan mendapatkan informasi tentang keberadaan para tahanan tersebut.

“Kami memohon kepada masyarakat untuk membantu, khususnya pihak keluarga (tahanan yang kabur-red) sehingga kami bisa mudah untuk mengumpulkan atau menangkap kembali tahanan yang kabur,” tuturnya.

Pihaknya pun telah membagikan foto-foto para tahanan yang kabur tersebut kepada polsek jajaran dan polres jajaran di wilayah hukum Polda Bangka Belitung untuk mempermudah pencarian.

“Dan juga pihak keluarga sudah kami informasikan, sehingga bisa membantu mengembalikan para tahanan,” tambahnya.

Konferensi pers yang dilaksanakan pada sore hari di Aula Tribrata Polres Bangka itu dipimpin langsung oleh Kapolres Bangka, AKBP Deddy Dwitiya.
 
Dalam konferensi pers itu, terungkap sejumlah fakta dari kejadian kaburnya 8 orang tahanan Mapolres Bangka tersangka melarikan pada saat subuh hari tadi.

“Jumlah (tahanan yang melarikan diri-red) yang kita monitor ada delapan orang. Satu sebelumnya menyerahkan diri. Dan satu lagi baru ditangkap di Mentok,” kata Kapolres.

Lebih lanjut, dia menyebut bahwa yang hendak melarikan tersebut memang terindikasi akan menyebrang lewat Pelabuhan Tanjung Kalian Mentok.

“Tapi Alhamdulillah kami dari teman-teman jajaran Polres, Polda dan teman-teman di lapangan bisa mengamankan yang bersangkutan,” jelasnya.

Adapun kronologi kaburnya para tahanan tersebut dengan cara merusak batang besi sel menggunakan gergaji.

“Kita cek TKP, ada satu batang teralis yang digergaji oleh tahanan yang kabur tersebut,” sambungnya.

Dia menyebut, gergaji yang digunakan oleh tahanan tersebut diduga didapatkan dari para penjenguk tahanan, khususnya yang memiliki keterkaitan dengan para tahanan yang kabur tersebut. 

Namun ketika ditanyai bagaimana pengawasan dan pemeriksaan terhadap barang bawaan penjenguk tahanan, Kapolres menyebut bahwa kemungkinan ada kelengahan dari petugas kepolisian yang menjaga.

“Memang selalu diperiksa terhadap pembesuk, mungkin disini juga ada kelalaian, petugas piket khususnya pada saat jam besuk sehingga ada beberapa alat yang tidak sengaja masuk ke dalam sel tahanan,” ucapnya.

Lebih lanjut, pihaknya masih mendalami dugaan keteledoran anggota piket yang menjaga ruang tahanan atas kasus kaburnya sejumlah tahanan ini.

Kata Kapolres, anggota kepolisian yang piket tersebut sedang menjalani pemeriksaan oleh Propam Polres Bangka dan Propam Polda Babel.

Kemudian, disinggung soal cara para tahanan melarikan diri, padahal ada beberapa lapis pintu di gedung tahanan, AKBP Deddy menyebut bahwa pihaknya masih mendalami hal itu.

“Tapi memang ada satu sel yang tidak ada lapisannya sehingga mereka bisa atau berupaya menggergaji batang sel tersebut,” ujarnya.

Namun saat disinggung lebih lanjut soal adanya kabar salah seorang pentolan tahanan yang punya akses untuk memegang kunci sel, Kapolres mengakui bahwa memang ada informasi demikian.

“Memang ada informasi seperti itu, ini masih kita dalami apakah ada keterkaitan salah satu yang memegang kunci. Ini masih kita dalami dan juga kita lakukan pemeriksaan-pemeriksaan secara intensif,” imbuhnya. (Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.