Waspada Karhutla, Suhu Kemarau di Jambi Tahun ini Diprediksi Lebih Panas
Mareza Sutan AJ April 08, 2026 11:11 PM

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jambi memprediksi fenomena El Nino pada 2026 akan lebih ekstrem dibandingkan tahun sebelumnya, yang sempat dikenal sebagai “Godzilla El Nino”.

Prakirawan Cuaca BMKG Jambi, Luckita Theresia, menjelaskan kondisi tersebut dipengaruhi situasi 2025 yang masih berada dalam fase La Nina, sehingga curah hujan relatif lebih tinggi.

“Kalau melihat tahun 2025 kita masih di fase La Nina, jadi hujannya sedikit lebih banyak,” ujarnya, Sabtu (4/4/2026).

Ia menyebutkan, suhu udara pada 2025 berkisar 32 hingga 34 derajat Celsius.

Sementara pada 2026 diperkirakan meningkat menjadi 34 hingga 36 derajat Celsius, seiring menguatnya fenomena El Nino.

“Untuk 2026, mengingat El Nino akan meningkat, suhu bisa mencapai 34 hingga 36 derajat Celsius,” jelasnya.

Selain suhu yang lebih panas, musim kemarau tahun ini juga diprediksi berlangsung lebih panjang dibandingkan musim hujan.

Dampaknya akan dirasakan di seluruh wilayah Provinsi Jambi.

Meski demikian, kondisi saat ini masih relatif aman karena belum memasuki puncak musim kemarau.

“Sekarang masih fase peralihan, cenderung masih aman. Nanti kita pantau di Mei dasarian ketiga hingga Juni apakah sudah masuk musim kemarau,” tambahnya.

BMKG mengingatkan, dampak paling signifikan dari El Nino di Jambi adalah meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), mengingat wilayah ini termasuk daerah rawan.

“Suhu tinggi dan kondisi tanah yang kering bisa memicu kebakaran, apalagi jika ada aktivitas yang melibatkan api,” kata Luckita.

Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembakaran, baik sampah maupun pembukaan lahan, guna mencegah potensi kebakaran yang lebih luas.

Selain itu, sektor pertanian juga diperkirakan terdampak akibat musim kemarau yang lebih panjang dari biasanya.

Mitigasi Karhutla

Pemerintah Provinsi Jambi mulai menyiapkan langkah mitigasi, sembari menunggu informasi resmi dari BMKG terkait penetapan status cuaca.

Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, Sudirman, mengatakan pihaknya akan menggelar rapat bersama setelah menerima paparan resmi dari BMKG.

“Kita tunggu paparan BMKG dulu, baru nanti kita tetapkan langkah dan statusnya,” ujarnya.

Di Kabupaten Batang Hari, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah menyiagakan 36 personel untuk memantau kondisi cuaca dan potensi bencana.

Sekretaris BPBD Batang Hari, Samral Lubis, menyebut setiap hari sekitar 12 hingga 13 personel ditugaskan melakukan pemantauan.

“Kami sudah siapkan personel untuk respons cepat terhadap perkembangan cuaca,” katanya, Senin (6/4/2026).

BPBD Batang Hari juga telah menerima informasi awal terkait potensi kekeringan, meski belum ada surat resmi dari BMKG. Koordinasi terus dilakukan untuk memastikan kesiapsiagaan.

Sementara itu, BPBD Tanjung Jabung Barat juga meningkatkan kewaspadaan. Sebanyak 29 desa di enam kecamatan telah dipetakan sebagai wilayah rawan karhutla.

Enam kecamatan tersebut yakni Batang Asam, Senyerang, Betara, Pengabuan, Tebing Tinggi, dan Bramitam.

Pemerintah daerah mengimbau masyarakat dan pemangku kepentingan untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar serta meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi kemarau panjang dan kebakaran hutan.

(Tribunjambi.com/Syrillus Krisdianto, Khusnul Khotimah, Sopianto)

 

Baca juga: Jaksa Tuntut Dede yang Habisi Wanita di Talang Bakung 18 Tahun Penjara

Baca juga: Waldi yang Renggut Nyawa Dosen Wanita di Bungo akan Disidang Pekan Depan

Baca juga: Pemotor Tabrak Bak Truk Mogok di Jalan Mendalo yang Gelap Pagi Buta

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.