PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Didit Srigusjaya mendorong penambahan dana hibah bagi Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Babel.
Hal ini untuk memastikan optimalisasi peran Baznas Babel dalam penyaluran bantuan dan membantu kesejahteraan masyarakat.
"Jadi, saya kaget. Ternyata, biaya operasional Baznas itu hanya dianggarkan oleh APBD Rp120 juta. Pertanyaannya, di mana pemerintah hadir? Jumlah tersebut sangat tidak sebanding dengan beban tugas dan tanggung jawab besar yang diemban lembaga tersebut," kata Didit, Selasa (7/4/2026).
Didit menambahkan, berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat dan Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2014, biaya operasional Baznas dibebankan pada APBN/APBD.
"Biaya operasional Baznas provinsi ditanggung APBD sehingga mereka tidak mengganggu dana-dana para muzaki, walaupun secara syariat dan aturan diperbolehkan, tetapi kurang etis rasanya," ujarnya.
Didit juga berharap Baznas memiliki peran yang lebih besar sebagai mitra strategis pemerintah.
"Dana zakat yang terkumpul diharapkan dapat disalurkan tepat sasaran, mulai dari membantu fakir miskin, program beasiswa bagi anak tidak mampu, hingga menjadi solusi pembiayaan bagi pedagang kecil agar tidak terjerat rentenir atau pinjaman online ilegal," tuturnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Baznas Provinsi Babel Guntur Budi Wibowo menyatakan komitmennya untuk satu visi demi membantu kesejahteraan masyarakat.
"Alhamdulillah, beliau (Didit Srigusjaya–red) tadi sudah menyampaikan dan akan berkomitmen memberikan dukungan penuh,” ujar Guntur.
“Terkait operasional Baznas ke depan insyaallah akan didukung oleh APBD. Beliau juga berkomitmen untuk melakukan konsolidasi, yaitu bagaimana agar optimalisasi pengumpulan dana zakat bisa lebih meningkat lagi," lanjutnya.
Melalui Baznas, kata Guntur, akan meningkatkan bantuan yang menyentuh para mustahik, yaitu masyarakat yang berada di lapisan bawah.
"Peran Baznas ke depan bisa menjangkau masyarakat supaya membantu biaya pendidikan, biaya kesehatan, terutama masyarakat kita yang terjerat dengan pinjol, dan rentenir-rentenir itu yang bank-bank koperasi di desa itu bisa diselesaikan juga oleh Baznas," tuturnya. (riz)