TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Enam guru dari Kulon Progo menyusun buku berjudul "7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat" dan resmi diluncurkan pada Rabu (08/04/2026). Peluncuran bersamaan dengan momen Syawalan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kulon Progo.
Muhammad Arifien Zuhri sebagai salah satu penulis menyampaikan bahwa buku itu dibuat sebagai jawaban atas tantangan yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo.
"Buku ini merupakan hasil dari audiensi dengan Bupati Kulon Progo beberapa waktu lalu," jelas Arifien.
Terbitnya buku tersebut sejalan dengan Peraturan Bupati (Perbup) Kulon Progo Nomor 265/A 2025. Isinya tentang Pembentukan Tim Kurasi Bahan Ajar Bermuatan Lokal.
Menurut Arifien, buku yang ia susun bersama 5 guru lainnya itu bercerita tentang anak Indonesia hebat yang berkarakter. 7 kebiasaan anak Indonesia tersebut dikemas dengan muatan lokal khas Kulon Progo.
"Jadi bukunya bisa digunakan sebagai bahan ajar nasional namun tetap membawa roh dan ciri khas Kulon Progo," ujar Pendamping Satuan Pendidikan Sekolah Dasar (SD) ini.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kulon Progo, Nur Wahyudi mengatakan buku tersebut memiliki keunggulan tersendiri. Yaitu mengadaptasi dan mempertemukan spirit nasional dengan Falsafah Binangun.
Falsafah Binangun sendiri berfokus pada upaya merawat harmoni antara manusia, alam, budaya serta semangat gotong-royong. Ia berharap buku itu tidak hanya menjadi pajangan atau koleksi di rak perpustakaan.
"Buku ini harus menjadi panduan yang dibaca, diresapi, dan terejawantahkan dalam perilaku nyata anak-anak setiap hari," kata Nur.
Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko memberikan apresiasi tinggi dan rasa bangganya pada 6 guru yang menjadi penulis. Sebab mereka berhasil melahirkan buku yang sangat penting dalam membentuk karakter anak.
Menurutnya, buku tersebut lebih dari sekadar literasi, sebab bisa menjadi senjata untuk membangun peradaban. Sebab merangkum secara utuh panduan hidup anak dari bangun tidur hingga kembali tidur.
"Panduan hidupnya menyisipkan nilai-nilai adab, subasita, dan unggah-ungguh yang sangat relevan sebagai pegangan hidup hingga dewasa," jelas Ambar.(alx)