TRIBUNKALTARA.COM – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Zainal Paliwang menghadiri sekaligus mengikuti kegiatan penanaman mangrove dalam program Tree Planting Activity.
Kegiatan tersebut sebagai bagian dari kerja sama Cross-Regional Blue Economy Initiative dengan Sabah, Malaysia, di Desa Tepian, Kecamatan Sembakung, Kabupaten Nunukan, Kaltara, Rabu (8/4/2026).
Aksi penanaman mangrove menjadi langkah konkret kolaborasi lintas negara dalam menjaga ekosistem pesisir sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat berbasis ekonomi biru.
Program ini, tegas Gubernur Kaltara, tidak hanya berfokus pada pelestarian lingkungan, tetapi juga pengembangan potensi ekonomi masyarakat.
"Ini kegiatan ekonomi biru di Desa Tepian. Kita bekerja sama dengan Sabah untuk menanam mangrove dan memberdayakan masyarakat mengelola potensi ekonomi karbon," tegas Zainal Paliwang.
Ia menjelaskan, kawasan yang dijadikan proyek percontohan memiliki luas sekitar 33.000 hektare yang mencakup ekosistem mangrove dan gambut.
"Luasnya sekitar 33.000 hektare, terdiri dari mangrove dan gambut. Ini potensi besar untuk kita kembangkan,” jelasnya.
Menurutnya, kawasan tersebut memiliki nilai strategis dalam menyerap karbon sekaligus menjaga keseimbangan lingkungan pesisir.
Zainal menambahkan, ke depan program ini juga diarahkan pada perdagangan karbon sebagai sumber ekonomi baru bagi masyarakat.
Baca juga: Gubernur Kaltara Tanam Mangrove, Kolaborasi Sabah–Kaltara Dorong Blue Economy Lintas Negara
Melalui upaya ini, di targetkan pada tahun 2030 sudah bisa mulai penjualan karbon, sehingga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Desa Tepian.
Di balik program ini, masyarakat Desa Tepian menjadi kunci utama. Mereka tidak hanya menjadi penonton, tetapi pelaku langsung dalam menjaga dan mengelola kawasan.
"Masyarakat Desa Tepian punya peran penting dalam pengelolaan dan pengembangan kawasan ini," ucap Gubernur Kaltara.
Pemprov Kaltara selanjutnya akan mengembangkan program serupa di wilayah pesisir lainnya sesuai dengan potensi masing-masing daerah.
"Kita akan kembangkan ke desa pesisir lain. Kaltara punya banyak kawasan yang cocok untuk mangrove," ujarnya.
Melalui program ini, Pemprov Kaltara menegaskan komitmen dalam pembangunan berkelanjutan berbasis ekonomi biru serta memperkuat kerja sama regional.
(adv)