TRIBUNMANADO.CO.ID - Kebakaran kembali terjadi di Kota Kotamobagu, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).
Kali ini satu buah rumah di kelurahan Gogagoman, Kecamatan Kotamobagu Barat, ludes dilahap sijago merah, Rabu 8 April 2026 dinihari.
Satu unit rumah milik warga bernama Ci’ Asiang hangus dilalap si jago merah, dengan kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Peristiwa tersebut pertama kali dilaporkan pada pukul 02.19 WITA.
Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kotamobagu bergerak cepat dan tiba di lokasi kejadian sekitar lima menit kemudian, tepatnya pukul 02.24 WITA, untuk melakukan upaya pemadaman.
Rumah yang terbakar diketahui dihuni oleh tujuh orang.
Beruntung, dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa.
Meski demikian, api sempat mengancam permukiman di sekitarnya dan berdampak pada tiga rumah warga.
Sebanyak empat unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan bersama 15 personel untuk menjinakkan api.
Proses pemadaman berlangsung intens dan hingga laporan dibuat, petugas masih melakukan pendinginan di lokasi kejadian.
Berkat respons cepat petugas dan bantuan masyarakat sekitar, api berhasil dikendalikan sehingga tidak merembet lebih luas.
Sedikitnya tiga rumah berhasil diselamatkan dari amukan api, termasuk beberapa aset wargalainnya.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Kotamobagu, Nasli Paputungan, mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama pada malam hingga dini hari saat sebagian besar warga sedang beristirahat.
“Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk selalu memastikan kondisi rumah dalam keadaan aman sebelum beristirahat, seperti memeriksa instalasi listrik maupun sumber api lainnya,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi respons cepat tim pemadam kebakaran serta partisipasi masyarakat sekitar dalam membantu proses pemadaman.
Sehingga api tidak meluas dan menimbulkan korban jiwa.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah sigap membantu di lokasi kejadian," katanya.
"Sinergi seperti ini sangat penting dalam penanganan bencana di daerah,” tambahnya.
Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih dalam tahap penyelidikan oleh pihak berwenang.
Tidak ditemukan kendala berarti selama proses penanganan di lapangan. (Nie)