JAKARTA, 8 APRIL 2026 – Konsistensi pengembangan masyarakat yang dilakukan PT Pertamina Patra Niaga Kilang Plaju kembali mengantarkan pada penghargaan tertinggi di ajang Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) Periode 2025.
Penghargaan ini menjadi yang keempat kalinya diraih Kilang Plaju, sekaligus menegaskan konsistensi perusahaan dalam mendorong transformasi hijau, sekaligus mencerminkan keberhasilan integrasi prinsip keberlanjutan dalam operasional bisnis.
Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup (BPLH)/Kepala Badan Pengelola Lingkungan Hidup (BPLH) Hanif Faisol Nurofiq dalam agenda Anugerah Lingkungan PROPER di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Selasa (7/4/2026).
Ia mengapresiasi perusahaan yang telah menunjukkan kinerja terbaik dalam pengelolaan lingkungan.
General Manager Kilang Plaju, Khabibullah Khanafie mengatakan bahwa pencapaian ini menjadi dorongan untuk terus berkomitmen mematuhi secara penuh bahkan melampaui (beyond compliance) tata kelola lingkungan.
Pencapaian ini juga menjadi bukti nyata konsisten Kilang Plaju melakukan inovasi sosial di wilayah operasinya melalui sejumlah program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Inovasi sosial tersebut mencakup beberapa pilar, diantaranya lingkungan, pendidikan, ekonomi, kesehatan dan kemandirian yang disesuaikan dengan tantangan dan potensi masing-masing wilayah.
Hingga kini, sejumlah inovasi itu memberikan manfaat yang signifikan pada masyarakat, utamanya dalam menciptakan masyarakat yang berdaya dan mandiri.
“Kami tidak hanya ingin menjadi perusahaan yang taat regulasi, tetapi juga menjadi bagian dari solusi dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Khanafie.
Baca juga: Polres Pagar Alam Resmi Keluarkan SP3 Kasus ITE terhadap RA, Keadilan bagi Korban Pelecehan
Sebagai bentuk inovasi sosialnya, Kilang Plaju menginisiasi model ekosistem perikanan berdikari yang mendorong kesejahteraan kelompok rentan kampung ikan di Desa Sungai Gerong melalui bisnis perikanan end to end terintegrasi.
Inisiasi ini mendorong konservasi ikan belida sebagai spesies ikan asli Sungai Musi yang hampir punah, dengan membentuk 30 sentra perikanan terintegrasi yang melibatkan 307 jiwa dari 8 kelompok rentan, peningkatan penjualan ikan hingga terciptanya pusat pembelajaran masyarakat.
Melalui program ini, Kilang Plaju bersama masyarakat juga sukses mendomestikasi spesies Notopterus notopterus (belida jawa) berbasis masyarakat, konservasi 4 spesies Belida langka, termasuk penemuan kembali Belida identitas Palembang Chitala Hypselonotus yang terakhir ditemukan pada tahun 2015.
Beyond Compliance, Ciptakan Eco-Innovation
Sementara, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisal Nurofiq dalam kesempatan tersebut mengapresiasi seluruh perusahaan yang telah menunjukkan kepatuhan dalam tata kelola lingkungan, sekaligus berkontribusi pada pemberdayaan masyarakat dalam berbagai aspek.
“Kepada pimpinan perusahaan, kami ucapkan terima kasih. Upaya yang dilakukan berkontribusi pada efisiensi sumber daya, pencegahan pencemaran, hingga penguatan ekonomi masyarakat,” ujarnya di Jakarta, Selasa (7/4/2026).
Menurut Hanif, PROPER menjadi kompas bagi dunia usaha dalam menjalankan prinsip ekonomi hijau dan mendorong perusahaan melampaui standar kepatuhan lingkungan.
Penganugerahan predikat PROPER Emas keempat kalinya ini menunjukkan Kilang Plaju dalam operasionalnya telah melaksanakan praktik terbaik dalam kepatuhan pada aspek lingkungan melebihi yang dipersyaratkan (beyond compliance) dan bahkan dapat menjadi praktik terbaik (best practice).
Salah satu pilar utama yang mengantarkan Kilang Plaju meraih penghargaan tertinggi tahun ini adalah program Eko-Inovasi unggulan bernama COST FLORESS (Crude Oil Selection and Flare Optimization for Reduce Loss).
Inovasi ini lahir dari komitmen untuk menjawab tantangan operasional sekaligus menekan dampak lingkungan.
Melalui COST FLORESS, Kilang Plaju mengoptimalkan pemilihan minyak mentah sesuai spesifikasi Crude Assay Management (CAM) guna memastikan proses pengolahan berjalan lebih efisien, serta melakukan pengaturan kondisi operasi yang ketat untuk meminimalkan pembakaran gas sisa (flaring).
Implementasi COST FLORESS tidak hanya memberikan nilai tambah bagi perusahaan, tetapi juga kontribusi signifikan terhadap target Net Zero Emission.
Dengan inovasi ini, Kilang Plaju, emisi CO₂ dari flaring berhasil dipangkas hingga 97,8 persen, dan potensi penipisan ozon ditekan hingga 71,96 % .
Wujud Konsistensi Dalam Pengelolaan Lingkungan
Melalui inovasi dan sinergi dengan berbagai pihak, Kilang Plaju akan terus mengembangkan program lingkungan yang berdampak nyata, menjadikan industri energi sebagai penggerak perubahan positif bagi lingkungan dan masyarakat di Sumatera Selatan.
PROPER dipandang menjadi platform bagi perusahaan untuk ikut ambil bagian dalam pembangunan berkelanjutan tersebut, terutama untuk mencegah kerusakan lingkungan dan pencemaran akibat aktivitas industri yang dilakukan.
Partisipasi aktif pada PROPER yang dihelat KLH adalah wujud konsistensi Kilang Plaju dalam menerapkan tata kelola bisnis yang berkelanjutan.
Raihan PROPER predikat hijau selama 9 (sembilan) tahun berturut-turut sejak tahun 2013-2021, ditambah pencapaian empat Predikat PROPER Emas pada 2022 hingga 2025 lalu, telah menjadi wujud konsistensi dan upaya maksimal perusahaan dalam pengelolaan lingkungan.
Baca juga: Sadisnya, Anak di Lahat Bunuh dan Mutilasi Ibu Kandungnya, Jual Emas Korban untuk Judi Online