Polres Bengkalis Periska Psikologis Tersangka Pembunuhan Ayah Kandung di Desa Tasik Serai Bengkalis
M Iqbal April 08, 2026 11:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, BENGKALIS - Polres Bengkalis melakukan pendalaman terhadap kasus pembunuhan ayah kandung yang terjadi di Desa Tasik Serai, Kecamatan Talang Muandau, Selasa (7/4) kemarin.

Polres Bengkalis melakukan pemeriksaan kondisi psikologis tersangka RMMP yang melakukan pembacokan terhadap ayahnya Rizal Pasaribu. Tim Psikologi SDM Polda Riau diterjunkan untuk melakukan asesmen mendalam terhadap tersangka, Rabu (8/7). 

"Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kejiwaan, stabilitas emosi, serta faktor faktor psikologis yang kemungkinan melatarbelakangi tindakan kekerasan tersebut," ungkap Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar, Rabu (8/4) siang.

Menurut dia, pemeriksaan psikologis merupakan bagian dari proses penyidikan. Karena hasil pemeriksaan psikologis ini juga akan menjadi bahan pertimbangan dalam penanganan hukum selanjutnya.

"Tim melakukan serangkaian metode, mulai dari wawancara, observasi perilaku, hingga tes psikologi guna mendapatkan gambaran utuh terkait kondisi mental tersangka," terang Kapolres.

Kapolres menyatakan bahwa langkah ini penting untuk memastikan penanganan kasus dilakukan secara komprehensif, tidak hanya dari sisi hukum, tetapi juga dari aspek psikologis tersangka.

"Saat ini, tersangka masih diamankan dan menjalani proses hukum lebih lanjut. Sembari menunggu hasil lengkap dari pemeriksaan psikologis oleh tim ahli," tambahnya.

Sebelumnya Unit Reskrim Polsek Pinggir mengamankan seorang pria Diduga melalukan pembunuhan terhadap ayahnya sendiri di Desa Tasik Serai Kecamatan Talang Muandau. Pelaku berinisial RMMP (19) diamankan tidak lama setelah kejadian.

Pembunuhan terhadap ayah kandungnya Rizal Pasaribu dilakukan dirumahnya sendiri. Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar mengatakan, saat ini tim Unit Reskrim Polsek Pinggir masih mendalami motif pembunuhan yang dilakukan tersangka.

"Motif pembunuhan masih kita dalami, dugaan sementara mengarah pada faktor konflik keluarga yang memicu tindakan kekerasan berujung hilangnya nyawa," ungkap Kapolres. 

Menurut dia, peristiwa pembunuhan tersebut diketahui petugas kepolisian Polsek Pinggir setelah mendapat laporan dari masyarakat, Selasa (7/4) siang kemarin. Informasi kejadian langsung ditindaklanjuti petugas dengan menurunkan Bhabinkamtias setempat bersama Unit Reskrim Polsek Pinggir untuk mendatangi lokasi kejadian.

"Saat petugas kita sampai ke rumah korban, kondisi korban dalam kondisi tergeletak di dalam kamar dengan luka yang sangat parah. Dari hasil pemeriksaan korban mengalami luka bacok di bagian kepala dan leher yang menyebabnya mengalami kematian di tempat," terang Kapolres.

Hasil olah TKP dan keterangan saksi di lokasi, sebelum kejadian sempat terjadi pertengkaran antara korban dengan istrinya, Selasa pagi. Korban saat itu  meminta sejumlah uang kepada istrinya sehingga memicu percekcokan suami istri ini terjadi. 

"Setelah ribu dengan korban, istri korban memilih pergi ke ladang meninggalkan korban bersama anaknya di rumah," jelas Kapolres. 

Anak korban RMMP siang harinya sekitar pukul 13.00 WIB melakukan aksi nekat saat korban tidur di kamar. RMMP mengambil sebilah parang dari gudang dan melakukan penyerangan terhadap korban yang tengah tertidur. 

Penyeramgan dilakukan denga  membacok korban berkali kali. Sehingga melukai bagian kepala dan leher korban. 

Akibat serangan tersebut, korban meninggal dunia di tempat dengan luka yang sangat serius. Jasad korban kemudian di bawa ke rumah sakit dilakukan visum. Hasil visum menunjukkan adanya beberapa luka terbuka di bagian kepala, leher, dan dada, serta patah tulang tengkorak dan leher.

"Unit Reskrim Polsek Pinggir yang dipimpin saat berada di TKP langsung mengamankan RMMP, serta membawanya ke Mapolsek Pinggir untuk menjalani proses pemeriksaan dan penyidikan lebih lanjut," tambah Kapolres.

(tribunpekanbaru.com/Muhammad Natsir)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.