SURYA.CO.ID - Wafatnya KH Abdul Halim Mahfudz Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Seblak, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur membawa duka mendalam bagi keluarga besar dan para santri.
Selama ini, Ia dikenal sebagai sosok ulama kharismatik yang mendedikasikan hidupnya untuk pendidikan Islam.
KH Abdul Halim Mahfudz meninggal pada Rabu (8/4/2026).
Perlu diketahui KH Abdul Halim Mahfudz merupakan kakak dari KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, Pengasuh Pesantren Tebuireng Jombang, sekaligus ketua PWNU Jatim.
Baca juga: Profil Dewi Winarti yang Ditunjuk Jadi Plt Ketua Umum PP Fatayat NU Usai Kepergian Margaret Aliyatul
KH Abdul Halim Mahfudz adalah putra dari pasangan KH Mahfudz Anwar dan Nyai Abidah.
Dari garis ibu, KH Abdul Halim Mahfud termasuk cicit dari KH Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama (NU).
Silsilahnya tersambung melalui Nyai Abidah, yang merupakan putri dari KH Ma’shum Ali dan Nyai Choiriyah.
Untuk diketahui, Nyai Choiriyah adalah putri langsung dari KH Hasyim Asy’ari.
Sementara sang ayah, KH Mahfudz Anwar, dikenal sebagai tokoh besar pendiri Pondok Pesantren Sunan Ampel Jombang.
Semasa hidupnya, KH Abdul Halim Mahfudz memegang peranan penting di Pondok Pesantren Salafiyah Seblak, Jombang.
Latar belakang keluarga yang kuat inilah yang membentuk karakter beliau menjadi pribadi yang sangat dekat dengan santri serta masyarakat sekitar.
Kepergian KH Abdul Halim Mahfudz dikonfirmasi anak pertama almarhum, Aditya Rahman.
Dikatakan bahwa sang ayah telah lama berjuang melawan penyakit jantung yang dideritanya.
"Sakitnya sudah sekitar satu tahun. Ini serangan jantung yang kedua. Tahun lalu sempat terjadi juga saat bulan puasa, namun kondisinya masih cukup kuat untuk pulih," ungkap Aditya di lokasi pemakaman.
Kondisi kesehatan KH Abdul Halim Mahfudz semakin menurun dalam beberapa pekan terakhir akibat adanya komplikasi medis yang terdeteksi saat akan dilakukan tindakan lebih lanjut.
"Saat akan dilakukan tindakan pemasangan ring, baru diketahui ginjalnya juga bermasalah, sehingga terjadi komplikasi," jelasnya lagi.
KH Abdul Halim Mahfudz menjalani perawatan intensif di rumah sakit selama kurang lebih dua pekan sejak 24 Maret 2026, sebelum akhirnya dinyatakan wafat pada usia syiar.