Suamiku Ternyata Perempuan, Warga Blimbing Malang Syok di Malam Pertama dan Lapor Polisi
Dyan Rekohadi April 08, 2026 11:32 PM

 

SURYA.CO.ID - Seorang perempuan warga Kecamatan Blimbing, Kota Malang syok ketika mengetahui suami yang dinikahinya ternyata juga seorang perempuan.

Intan Anggraeni (28), warga kota Malang yang mendapati kenyataan pahit dalam pernikahannya itupun memilih langkah hukum melaporkan pasangannya yang dikenal sebagai Rey ke polisi.

Intan mengaku baru mengetahui identitas sebenarnya dari sosok yang dinikahinya, yang ternyata juga seorang perempuan, sesaat setelah resmi menjadi pasangan suami istri.

Malam pertama sebagai momen membahagiakan bagi pengantin baru , berubah jadi kepanikan yang menyakitkan.

"Taunya pas malam pertama. Setelah saya tahu dia ternyata wanita, saya langsung nangis dan lapor ke orang tua," ujar Intan, Rabu (8/4/2026).

Baca juga: Komplotan Pembobol Toko Ritel Berjejaring Alfamart Diringkus Polres Tulungagung di Kota Malang

 

Awal Kisah dari Kencan di Kota Batu

Hubungan Intan dengan suaminya dari awal perkenalan hingga melangkah ke jenjang pernikahan terbilang singkat.

Intan mengenal Rey pada awal Februari 2026 di sebuah kafe di kawasan Kota Batu. 

Tak butuh waktu lama, keduanya menjalin hubungan sejak 14 Februari sebelum akhirnya memutuskan menikah pada 3 April 2026.

Selama masa pendekatan hingga pernikahan, Intan mengaku tak menaruh curiga sedikit pun. 

Sosok Rey dinilai meyakinkan sebagai laki-laki, baik dari penampilan maupun perilaku sehari-hari.

"Dia ngakunya cowok, dan selama ini kelakuannya juga seperti cowok asli," katanya.

Namun, kejanggalan sebenarnya mulai terasa sejak prosesi pernikahan. 

Pihak terlapor, Rey, diketahui tidak menghadirkan keluarga dalam momen sakral tersebut.

"Waktu nikah, dia nggak bawa keluarganya sama sekali," tambah Intan.

Baca juga: Video Viral Momen Pengeroyokan Ketua Lembaga Viral For Justice, Resmi lapor Polrestabes Surabaya

 

Curiga Ada Motif Jahat TPPO

Perwakilan keluarga korban, Eko NS, menyebut pihaknya telah melaporkan kasus ini ke kepolisian dengan dugaan utama pemalsuan dokumen yang digunakan untuk melangsungkan pernikahan.

Tak hanya itu, keluarga juga mencium adanya indikasi lain yang mencurigakan. 

Sebelum pernikahan, korban sempat diminta mengurus paspor dengan alasan akan diajak berobat ke luar negeri.

"Kita juga khawatir ada indikasi lain. Korban sempat diminta membuat paspor untuk diajak ke Kamboja, katanya untuk berobat. Ini yang membuat kita curiga," ungkapnya.

Kecurigaan tersebut muncul di tengah maraknya kasus penipuan hingga dugaan tindak pidana perdagangan orang yang kerap diawali dengan modus serupa.

Saat ini, keluarga berharap aparat kepolisian dapat mengusut tuntas kasus tersebut, tidak hanya soal dugaan pemalsuan identitas, tetapi juga kemungkinan adanya tindak pidana lain.

Terpisah dari itu, Kasatreskrim Polresta Malang Kota, AKP Rahmad Aji Prabowo, membenarkan laporan tersebut. 

Ia memastikan pihaknya tengah melakukan pendalaman lebih lanjut terkait kasus ini.

"Benar laporan sudah kami terima. Saat ini kasus sedang kita dalami lebih lanjut," tandasnya.



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.