Ekspor Gula Aren Pacitan Tembus 3 Benua, Khofifah: Jatim Rajai Ekonomi Kehutanan
Cak Sur April 08, 2026 11:32 PM

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Kelompok Tani Hutan (KTH) dari Kabupaten Pacitan, Jawa Timur (Jatim), mencatatkan prestasi gemilang di kancah internasional. Produk olahan hutan mereka kini resmi merambah pasar di tiga benua sekaligus, Asia, Eropa hingga Australia.

Keberhasilan ini dicapai oleh KTH Aren Lestari yang berbasis di Desa Temon, Kecamatan Arjosari, Pacitan. Mereka sukses mengekspor gula aren organik dengan volume mencapai 12 ton.

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, mengapresiasi capaian ini sebagai bukti nyata kekuatan ekonomi rakyat. Produk lokal terbukti mampu bersaing di pasar global jika dikelola secara profesional.

"Ini menjadi bukti bahwa produk hasil hutan bukan hanya mampu memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga memiliki daya saing di pasar global,” ujar Khofifah, Rabu (8/4/2026).

Ekspor Gula Aren Pacitan ke Malaysia, Belanda hingga Australia

Produk gula aren asal Pacitan tersebut telah menembus pasar Malaysia, Belanda dan Australia. Nilai transaksi dari pengiriman ini tercatat mencapai angka fantastis, yakni lebih dari Rp 535 juta.

  • Volume Ekspor: 12 Ton gula aren organik.
  • Negara Tujuan: Malaysia (Asia), Belanda (Eropa), dan Australia.
  • Nilai Transaksi: Rp535 juta lebih.

Khofifah menegaskan, bahwa pencapaian KTH Aren Lestari merupakan tonggak penting bagi ekonomi kehutanan. Hal ini menunjukkan bahwa hasil hutan bukan sekadar untuk konsumsi domestik.

Jawa Timur Dominasi Transaksi Kehutanan Nasional

Kesuksesan di Pacitan berbanding lurus dengan performa sektor kehutanan Jawa Timur secara keseluruhan. Pada Triwulan I Tahun 2026, Jawa Timur mencatatkan Nilai Transaksi Ekonomi (NTE) KTH sebesar Rp367,95 miliar.

Angka ini merupakan yang tertinggi di Indonesia. Jawa Timur menyumbang 59,38 persen dari total nilai transaksi ekonomi kehutanan di tingkat nasional.

Gubernur Khofifah menjelaskan, bahwa penguatan kelembagaan dan pendampingan intensif menjadi kunci utama. Penyuluh kehutanan di lapangan berperan besar dalam meningkatkan standar kualitas produk hingga layak ekspor.

"Pendampingan berbasis potensi lokal terbukti mampu meningkatkan produktivitas, sekaligus membuka akses pasar internasional," tegasnya.

"Keberhasilan KTH Pacitan ini, kami harap dapat menjadi inspirasi bagi kelompok tani hutan lainnya untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas produk agar mampu bersaing di tingkat internasional,” pungkas Khofifah.

Mengenal Gula Aren Organik Pacitan

Gula aren dari Desa Temon, Pacitan, dikenal memiliki kualitas unggul karena diproses secara organik tanpa bahan kimia. Lokasi geografis Pacitan yang mendukung pertumbuhan pohon nira, memberikan cita rasa yang khas dan diminati pasar luar negeri.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim terus mendorong diversifikasi produk hasil hutan bukan kayu (HHBK). Selain gula aren, potensi seperti madu, jamur dan kopi hutan terus dikembangkan untuk memperluas akses pasar internasional.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.