Laporan Wartawan Tribunnews.com, Bayu Indra Permana
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perjalanan hidup penuh lika-liku mengiringi langkah musisi reggae Achin Gold Lion.
Setelah sempat berhenti bermusik karena kehilangan sang istri pada 2017, ia bangkit kembali berkat dukungan keluarga dan teman.
Kebangkitan itu kini ditandai dengan album terbaru yang masih mengusung musik reggae bertajuk “Semakin Besar”.
Musisi yang dikenal dengan nama Achin Santeria itu mengaku fase kehilangan membuatnya meninggalkan panggung musik.
Namun pada 2018, dorongan dari orang-orang terdekat kembali menyalakan semangatnya.
“Di 2018, saya kembali bangkit karena dukungan teman-teman dan anak-anak. Dari situ saya mulai membangun kembali semangat bermusik,” ujar Achin kepada wartawan, Rabu (8/4/2026).
Memilih reggae sebagai jalur utama bukan tanpa alasan. Bagi Achin, reggae adalah genre yang jujur, inklusif, dan mampu menyuarakan isu sosial dengan damai.
“Reggae itu positif, punya ruang untuk bernapas dan menyatukan banyak perbedaan,” katanya.
Baca juga: Mesra di Media Sosial, Nathalie Holscher dan Aripat Digosipkan Jalin Asmara
Nama Achin Gold Lion sendiri menyimpan makna mendalam, ia menjelaskan bahwa -'Achin' merepresentasikan identitas personal, sementara 'Gold Lion' melambangkan keberanian, kepemimpinan, dan nilai berharga yang tidak luntur.
Album Semakin Besar berisi delapan lagu dengan nuansa beragam, dari santai hingga penuh energi.
Dua single unggulan adalah “Sakit”, yang mengangkat tema kehilangan, dan “Brada Sista”, yang membawa pesan persatuan.
Proses produksi berlangsung sekitar satu setengah tahun, dengan tantangan menjaga keaslian reggae klasik sekaligus menghadirkan sentuhan modern agar relevan bagi pendengar muda.
Ide lagu digagas Achin, sementara aransemen digarap bersama sejumlah musisi lintas genre.
Album ini juga melibatkan kolaborasi dengan rapper Sima Lodra dan Panjalu, menghadirkan eksplorasi baru dengan sentuhan dub elektronik, gaya musik dengan efek suara khas reggae dan permainan gitar dinamis.
Lewat karya ini, Achin ingin menyampaikan pesan keberanian menjadi diri sendiri.
“Jangan takut menunjukkan jati diri. Seperti emas, nilainya tidak akan luntur,” tutur Achin.
Ia berharap album ini bisa menemani pendengar, baik saat bersantai maupun mencari semangat dalam aktivitas sehari-hari.
Achin juga menilai perkembangan musik reggae di Indonesia semakin bergairah dengan banyaknya musisi baru yang menghadirkan warna beragam.
“Ini membuktikan reggae bukan sekadar tren, tapi sudah menjadi bagian dari gaya hidup,” ungkapnya.