TRIBUN-BALI.COM - Suasana duka menyelimuti keluarga Ni Nyoman Sumarni (72) asal Dusun Pau, Desa Tihingan, Klungkung, Rabu (8/4). Pensiunan PNS tersebut diduga sempat terpeleset di sawah, hingga ditemukan meninggal dunia di saluran irigasi di wilayah Subak Aan, Desa Tihingan.
Kasi Humas Polres Klungkung, Iptu I Dewa Nyoman Alit Purnawibawa mengatakan, kejadian tersebut bermula saat Suparni bersama suaminya, I Wayan Mandri (73) pergi ke sawah sekitar pukul 08.30 Wita untuk menanam padi dan mencari bunga.
Sesampainya di sawah, Mandri melakukan aktivitas menanam padi di sawah yang berlokasi di sebelah selatan, sedangkan korban (Sumarni) memetik bunga di sekitar area tersebut.
Selanjutnya, pada saat hendak mengambil bibit padi, Mandri mendapati istrinya sudah tergeletak di aliran irigasi.
Baca juga: SIANG Bolong, Polisi Gagalkan Transaksi Belasan Paket Sabu, DU Terancam 20 Tahun Bui
Baca juga: PENATAAN Titik Nol Singaraja Dipercepat, Kelistrikan Gedung Laksmi Graha Disiapkan
Melihat kejadian tersebut, saksi satu segera menolong korban sambil meminta bantuan kepada warga sekitar yang kebetulan berada di sekitar lokasi.
"Korban lalu diangkat ke pondok yang berada di sawah. Sesampainya di pondok, suami korban menyadari bahwa korban sudah tidak bernyawa," ujar Iptu I Dewa Nyoman Alit Purnawibawa, Rabu (8/4).
Atas kejadian itu, Tim Inafis Polres Klungkung bersama tim kesehatan dari Puskesmas II Banjarangkan sempat datang di rumah duka dan langsung melakukan pemeriksaan luar terhadap korban.
Berdasarkan hasil pemeriksaan luar oleh tim kesehatan, tidak ditemukan luka akibat benda tajam maupun benda tumpul pada tubuh korban. Ditemukan hanya luka lecet pada bagian bibir yang diduga akibat benturan saat korban terjatuh.
Di lokasi kejadian, ditemukan bekas kaki korban yang menunjukkan adanya indikasi terpeleset. Pada saat ditemukan di TKP, korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa.
"Pihak keluarga tidak melaporkan kejadian tersebut secara resmi dan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah," ungkapnya. (mit)