Video Rismon Soal JK Bohir Kasus Ijazah Palsu Hanya AI, Roy Suryo Yakin Dalangnya dari Kubu Jokowi
Eri Ariyanto April 09, 2026 01:44 AM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Video yang menampilkan pernyataan Rismon Sianipar sebut Jusuf Kalla sebagai pemberi dana alias “bohir” dalam kasus ijazah palsu mendadak menjadi sorotan publik.

Konten tersebut memicu perdebatan luas, terutama setelah muncul dugaan bahwa video itu bukan rekaman asli, melainkan hasil teknologi kecerdasan buatan (AI).

Isu ini pun semakin memanas ketika Roy Suryo ikut angkat bicara dan menyatakan keyakinannya bahwa ada pihak di balik penyebaran video tersebut.

Menurut Roy Suryo, konten tersebut dinilai tidak natural dan mengandung kejanggalan yang mengarah pada rekayasa digital.

Ia bahkan menduga bahwa video tersebut sengaja dibuat untuk kepentingan tertentu, dengan menuding keterlibatan kubu Mantan Presiden Jokowi sebagai pihak yang di baliknya.

Pernyataan ini sontak memicu respons beragam dari publik, yang terbelah antara yang percaya dan yang meragukan klaim tersebut.

Di sisi lain, belum ada konfirmasi resmi yang membuktikan kebenaran maupun dugaan yang beredar terkait video tersebut.

Situasi ini pun menambah panjang daftar polemik politik yang kerap dipengaruhi oleh konten digital dan perkembangan teknologi AI.

Baca juga: Heboh! Presiden Myanmar Min Aung Hlaing Digugat ke Kejagung RI, Dugaan Kejahatan Berat Disorot Dunia

Seperti diketahui, Roy Suryo mengakui bahwa video Rismon Sianipar sebut Jusuf Kalla danai Rp 5 miliar merupakan ciptaan Artificial Intelligence (AI).

Video tersebut membuat Jusuf Kalla merasa emosi sampai melaporkan Rismon ke Bareskrim Polri.

Dalam video Rismon menyebut bahwa JK membiayai Roy Suryo Cs sebanyak Rp 5 miliar untuk kasus ijazah Jokowi.

"Saya Rismon Hasiholan Sianipar, dengan ini menyatakan ada pejabat elite di balik tuduhan kasus ijazah Pak Jokowi di mana Jusuf Kalla ikut mendanai Roy Suryo dan Tifa kurang lebih Rp 5 miliar. Dan saya ikut menyaksikan pertemuan tersebut," bunyi dalam video.

Atas video itu, JK melaporkan Rismon dengan nomor tanda terima STTL/135/V/2026BARESKRIM pada Rabu 8/4/2026).

Jusuf Kalla menegaskan bahwa ia tidak mungkin mengkhianati Jokowi.

"Masa syaa bayar orang Rp 5 miliar untuk menyelidiki beliau (Jokowi), itu tidak pantas dan tidak mungkin saya lakukan, itu penghinaan dan merugikan saya, martabat saya bahwa saya membiayai orang untuk memeriksa atau mengkhianati pak Jokowi," katanya.

Kuasa hukum Rismon Sianipar, Jahmada Girsang mengatakan bahwa video tersebut merupakan AI.

"Nanti di SPKT diuji atau analisa dulu bukti-bukti awa;l apa yang disodorkan pelapor, gitu dulu ya," katanya.

Ia meyakini Rismon tidak mengatakan JK sebagai pendana kasus ijazah Jokowi.

"Klienku Rismon tidak pernah menyebut seperti yang di video-video beredar itu," katanya.

Sementara Jokowi mengatakan tidak mau terlibat dalam urusan JK dan Rismon.

POLEMIK IJAZAH JOKOWI - Capture YouTube Tribun Jateng menampilkan Rismon Sianipar. Riwayat pendidikan Rismon Sianipar di Jepang dikuliti, ini hasil temuannya
POLEMIK IJAZAH JOKOWI - Capture YouTube Tribun Jateng menampilkan Rismon Sianipar. Riwayat pendidikan Rismon Sianipar di Jepang dikuliti, ini hasil temuannya (Capture YouTube Tribun Jateng)

Jokowi berujar tidak mau menuduh siapapun dalam kasus ijazah.

"Saya tidak mau berspekulasi dan saya juga tidak mau menuduh siapapun. Biarkan proses hukum dan proses yang lain berjalan apa adanya," katanya.

Soal video Rismon, Jokowi meminta untuk menanyakan langsung ke yang bersangkutan.

"Ya tanyakan ke dia (Rismon)," kata Jokowi.

Pakar Telematika yang juga tersangka dalam kasus ijazah Jokowi, Roy Suryo mengakui video tersebut merupakan AI.

Roy mengatakan video tersebut bagian dari permainan kubu Jokowi.

"Ini adalah permainan di antara mereka kaum cebongker ini yah untuk melakukan pengkeruhan," katanya.

Tujuannya kata Roy, agar kasus ijazah Jokowi tidak sampai ke persidangan.

"Ketika kasus ini sudah hampir sampai ke persidangan Jokowi berusaha menarik-narik supaya gak sampai, dikasih lah RJ (restorative justice), dikasih lah iming-imingi ini, beberapa orang kena lah," kata Roy di Kompas TV.

Roy mengakui bahwa sebenarnya video Rismon adalah AI.

Namun ia meyakini bahwa kubu Jokowi yang membuat AI tersebut.

"Saya bisa yakin, meskipun ini AI, AI pun tetap ada yang buat, gak mungkin AI ini bisa tumbuh sendiri atau muncul sendiri, pasti ada yang buat," katanya.

"Mereka sendiri, dari kelompoknya Jokowi. karena mereka tidak ingin kasus ini lanjut ke persidangan," tambah Roy Suryo.

Ketum Jokman Nusantara Bersatu, Andi Azwan membantah tuduhan Roy Suryo.

"Kalau dikatakan Roy Suryo dan menuduh kita yang membuat, itu konyol namanya," katanya.

Ia sepakat jika memang AI itu ada aktornya dan harus diselediki.

"Kalau yang menciptakan AI harus diselediki, yang jelas 100 persen bukan dari kita. Itu perbuatan konyol kalau kita melakukan itu," katanya.

Persoalan ini menurut Andi, muncul setelah Rismon Sianipar balik badan lalu mengajukan RJ sebagai tersangka kasus ijazah Jokowi.

"Muncullah bagaimana menggagalkan RJ-nya Rismon itu agar tidak mendapat SP3," kata Andi.


(TribunNewsmaker.com/TribunnewsBogor.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.