TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA – Otoritas Terminal Mengwi, yang berlokasi di Jalan Raya Mengwitani, Badung mengambil tindakan tegas terkait oknum calo yang menjual tiket di kawasan terminal.
Oknum calo itu pun sudah dipanggil untuk memberikan klarifikasi.
Pada pemanggilan yang dilakukan beberapa hari lalu, oknum calo dengan inisial CE datang memenuhi panggilan.
CE pun bersedia menandatangani surat pernyataan yang isinya siap diberikan sanksi tegas jika mengulangi perbuatannya.
Baca juga: Resahkan Penumpang, Calo di Terminal Mengwi Badung Mulai Ditindak
Kepala Wilayah Satuan Penanganan Terminal Tipe A Mengwi, I Dewa Gede Tantara Tesa Putra, Rabu 8 April 2026 menyebutkan, adanya oknum calo tiket pertama kali diketahui berkat seorang penumpang yang melaporkan kejadian itu pada akun media sosial Terminal Mengwi.
Salah satu penumpang melaporkan adanya dugaan penipuan tiket bus di kawasan Terminal Tipe A Mengwi.
Korban mengaku membeli tiket bus PO Restu Mulya, namun saat keberangkatan justru diberangkatkan menggunakan bus PO Safari Dharma Raya.
"Dengan kejadian itu kami lakukan respons cepat dengan menyelidiki dan memanggil oknum yang diduga terlibat," ujarnya
Dalam klarifikasinya, pihaknya memberikan peringatan keras agar tidak lagi melakukan praktik percaloan maupun penjualan tiket di luar loket resmi.
Bahkan dirinya menegaskan sejumlah larangan, di antaranya tidak menjual tiket di luar area resmi, tidak mematok harga di luar ketentuan, serta tidak memperjualbelikan tiket yang tidak sesuai dengan PO bus yang dijanjikan kepada penumpang.
“Jika dalam waktu dekat masih ditemukan pelanggaran serupa, kami akan mengambil tindakan tegas berupa pelarangan masuk dan beraktivitas di kawasan Terminal Tipe A Mengwi,” tegasnya
Lebih lanjut disebutkan langkah yang diambil untuk menjaga kenyamanan dan keamanan penumpang serta menekan praktik percaloan yang meresahkan di terminal terbesar di Bali ini.
Keberadaan calo itu pun dinilai sangat meresahkan calon penumpang, karena terkesan memaksa calon penumpang.
Tidak hanya itu sejumlah penumpang pun kadang dikenakan biaya lebih dari harga tiket. Selain itu ada juga calo yang memaksa untuk menaiki bus tertentu.
Kepala Wilayah Satuan Penanganan Terminal Tipe A Mengwi, I Dewa Gede Tantara Tesa Putra sebelumnya tidak menampik adanya masalah tersebut.
Pihaknya mengaku memang menemukan oknum calo di kawasan terminal.
"Iya ada saksi yang menemukan ada calo, bahkan memaksa penumpang untuk menaiki salah satu bus. Hingga mengganggu kenyamanan penumpang," ucapnya. (gus)