POS-KUPANG.COM - Sholat Dhuha merupakan salah satu sholat sunah yang paling dianjurkan oleh Rasulullah kepada Umat Islam.
Selain karena merupakan kebiasaan Rasulullah SAW, Sholat Dhuha membawa manfaat yang luar biasa baik untuk kesehatan maupun sebagai pembuka pintu rezeki.
Sholat Dhuha dikerjakan pada waktu matahari sedang naik sekitar pukul tujuh sampai masuk waktu zhuhur. Sekurang-kurangnya shalat dhuha ini dua rakaat.
Bisa juga dilakukan empat rakaat, enam rakaat, atau delapan rakaat. \Setelah Sholat Dhuha ada doa yang bisa dipanjatkan.
Baca juga: Diberi Rezeki yang Luas, Inilah Bacaan Doa Setelah Sholat Dhuha, Dibaca Pagi Ini
Berikut Doa Setelah Sholat Dhuha
اَللّٰهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ
اَللّٰهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ
Berikut doa setelah sholat dhuha latin dilansir buku Risalah Tuntunan Sholat Lengkap oleh Drs Moh Rifai:
Allahumma innad-duhaa'a duhaa'uka wal bahaa'a bahaa'uka wal jamaala jamaaluka wal quwwata quwwatuka wal-qudrota qudratuka wal 'ismata 'ismatuka.
Allaahumma in kaana rizqii fis-samaa'i fa anzilhu, wa in kaana fil ardi fa akhrijhu, wa in kaana mu'assiran fa yassirhu, wa in kaana haraaman fa tahhirhu wa in kaana ba'iidan fa qarribhu bi haqqi duhaa'ika wa bahaa'ika wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatinii maa ataita 'ibaadakash-shalihiin.
Artinya :
"Ya Allah, bahwasanya waktu dluha itu waktu dluhaMu, kecantikan ialah kecantikanMu, keindahan itu keindahanMu, kekuatan itu kekuatanMu, kekuasaan itu kekuasaanMu, dan perlindungan itu, perlindunganMu".
"Ya Allah, jika rizkiku masih diatas langit, turunkanlah .dan jika ada di dalam bumi, keluarkanlah, jika sukar mudahkanlah, jika haram sucikanlah, jika masih jauh dekatkanlah, berkat waktu dluha, keagungan, keindahan, kekuatan dan kekuasaanMu, limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan
kepada hamba-hamba-Mu yang shaleh".
Baca juga: Bacaan Doa Setelah Sholat Tahajud, Baca Ayat Seribu Dinar Lancarkan Rezeki
Tata Cara Shalat Dhuha
Membaca Niat (di dalam hati bersamaan takbiratul ihram): "Ushalli sunnatadh dhuhaa rak'ataini lillaahi ta'aalaa".
Takbiratul Ihram.
Membaca Doa Iftitah (Sunnah).
Membaca Al-Fatihah.
Membaca surat pendek: Dianjurkan surat Asy-Syams (rakaat 1) dan Ad-Dhuha (rakaat 2), atau Al-Kafirun dan Al-Ikhlas.
Ruku dengan Tuma'ninah.I
'tidal dengan Tuma'ninah.
Sujud pertama dengan Tuma'ninah.
Duduk di antara dua sujud.
Sujud kedua.
Berdiri lagi untuk rakaat kedua, ulangi gerakan nomor 4-
Duduk Tasyahud Akhir.
Salam
Baca juga: 3 Bacaan Doa Setelah Sholat Subuh, Ada Ayat Kursi, Surat Al Baqarah dan Ali Imran
Keutamaan Sholat Dhuha
Keutamaan Sholat Dhuha sebagaimana disebutkan dalam Sabda Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA dalam hadist sebagai berikut:
Qaala Rasulullahi SAW:
"Man Haafazha 'alaa syuf 'a tidl dluha, ghufira lahu dzunubuhu wa in kaanat mitsla zabadil bahri"
Artinya:
"Siapa saja yang dapat mengerjakan sholat dhuha dengan langgeng, akan diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak busa lutan." (HR Turmudzi).
Berikut Sejumlah Keutamaan Sholat Dhuha
1. Dibuatkan Istana di Surga
Rasulullah SAW menerangkan bahwa siapa saja yang menunaikan sholat dhuha sebanyak dua belas rakaat akan memperoleh ganjaran yang sangat mulia, yakni dibangunkan sebuah istana di surga. Keutamaan tersebut sebagaimana disampaikan dalam sabda beliau:
مَنْ صَلَّى الضُّحَى اِثْنَتَي عَشْرَةَ رَكْعَةً بَنَى اَللَّهُ لَهُ قَصْرًا فِي الْجَنَّةِ
Artinya: “Barang siapa sholat dhuha 12 rakaat, Allah akan membuatkan untuknya istana di surga.” (HR Tirmidzi)
2. Diampuni Dosa-Dosanya
Sholat dhuha juga menjadi salah satu sebab turunnya ampunan atas dosa-dosa, selama dikerjakan secara istiqamah dan berkesinambungan. Hal ini ditegaskan dalam sabda Rasulullah SAW:
مَنْ حَافَظَ عَلَى شُفْعَةٍ الضُّحَى غُفِرَلَهُ ذُنُوْبَهُ وَ اِنْ كَانَتْ مِثْلُ زَبَدِ الْبَخْرِ
Artinya: “Barang siapa yang dapat mengamalkan sholat dhuha dengan langgeng, akan diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak buih di lautan.” (HR. Tirmidzi)
3.Menjadi Sedekah bagi Persendian Tubuh
Rasulullah SAW juga menuturkan bahwa setiap persendian pada tubuh manusia memiliki kewajiban sedekah setiap pagi. Kewajiban itu dapat ditunaikan dengan melaksanakan dua rakaat sholat dhuha, yang nilainya telah mencukupi seluruh sedekah tersebut:
يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلاَمَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ. فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ، وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ، وَنَهْىٌ عَنِ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ، وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنَ الضُّحَى
Artinya: “Ada sedekah atas seluruh tulang (persendian) salah seorang dari kalian. Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, amar makruf adalah sedekah, nahi munkar adalah sedekah, dan dua rakaat sholat dhuha mencukupi semuanya itu.” (HR Muslim)
4. Disebut Sholat Kaum Awwâbîn
Sholat dhuha juga dikenal sebagai sholatnya orang-orang awwâbîn, yakni hamba-hamba yang senantiasa kembali kepada Allah SWT dengan taubat dan berusaha menjaga kedekatan spiritual dengan-Nya, sebagaimana disebutkan dalam sabda Nabi SAW:
لَا يُحَافِظُ عَلَى صَلَاةِ الضُّحَى إِلَّا أَوَّابٌ. قَالَ: وَهِيَ صَلَاةُ الْأَوَّابِينَ
Artinya: “Tidak ada yang menjaga sholat dhuha kecuali orang yang kembali kepada Allah (dengan tobat). Sholat dhuha adalah sholat orang-orang yang awwâbîn.” (HR Al-Hakim).
5.Keutamaan Bertingkat Sesuai Jumlah Rakaat
Dalam riwayat lain disebutkan bahwa keutamaan sholat dhuha bertambah seiring dengan banyaknya rakaat yang ditunaikan. Mulai dari tercatat sebagai orang yang tidak lalai, hingga memperoleh balasan berupa dibangunkannya sebuah rumah di surga bagi mereka yang mengerjakan dua belas rakat:
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ: لَقِيتُ أَبَا ذَرٍّ، فَقُلْتُ: يَا عَمُّ اقْبِسْنِى خَيْرًا. فَقَالَ: سَأَلْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَمَا سَأَلْتَنِي فَقَالَ: إِنْ صَلَّيْتَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنِ لَمْ تُكْتَبْ مِنَ الْغَافِلِينَ، وَإِنْ صَلَّيْتَهَا أَرْبَعًا كُتِبْتَ مِنَ الْمُحْسِنِينَ، وَإِنْ صَلَّيْتَهَا سِتًّا كُتِبْتَ مِنَ الْقَانِتِينَ، وَإِنْصَلَّيْتَهَا ثَمَانِيًا كُتِبْتَ مِنَ الْفَائِزِينَ، وَإِنْ صَلَّيْتَهَا عَشْرًا لَمْ يُكْتَبْ لَكَ ذَلِكَ الْيَوْمَ ذَنْبٌ، وَإِنْ صَلَّيْتَهَا ثِنْتَىْ عَشْرَةَ رَكْعَةً بَنَى اللهِ لَكَ بَيْتًا فِى الْجَنَّةِ
Artinya: “Diriwayatkan dari Abdullah bin Amr, ia berkata: Aku bertemu Abu Dzar RA., lalu berkata: Wahai paman, berilah aku satu kebaikan. Ia menjawab: Aku pernah bertanya kepada Rasulullah SAW sebagaimana kamu bertanya kepadaku. Lalu Rasulullah SAW bersabda: Jika kamu sholat dhuha dua rakaat, kamu tidak dicatat sebagai orang lalai, jika empat rakaat dicatat sebagai orang berbuat baik, jika enam rakaat dicatat sebagai orang taat, jika delapan rakaat dicatat sebagai orang beruntung, jika sepuluh rakaat maka pada hari itu tidak dicatat dosa bagimu, dan jika dua belas rakaat maka Allah membangunkan untukmu rumah di surga.” (HR Al-Baihaqi) (A Zaeini Misbaahuddin Asyuari, ed: Nashih). (*)