Debu Tak Henti, Pemilik Toko Parfum di Ambarawa Terpaksa Siram Lantai 10 Kali Sehari
taryono April 09, 2026 08:19 AM

Tribunlampung.co.id, Pringsewu - Pemilik toko parfum di Pekon Ambarawa, Kecamatan Ambarawa, Pringsewu, Nedi Rahmadi, harus menyiram lantai tokonya hingga hampir 10 kali dalam sehari akibat debu yang terus masuk. 

Setiap kendaraan melintas di ruas jalan provinsi Ambarawa–Pardasuka, debu kembali beterbangan dan mengotori area toko yang baru dibersihkan, sehingga membuat pelanggan tidak nyaman.

“Debunya luar biasa. Kalau tidak disiram, parah sekali. Pelanggan juga jadi tidak nyaman,” ujar Nedi, Rabu (8/4/2026). 

Ia mengaku, dalam sehari harus berulang kali membersihkan toko. 

“Hampir 10 kali saya nyiram. Baru dibersihkan, sudah kotor lagi,” keluhnya.

Kondisi ini terjadi sejak terhentinya perbaikan jalan di wilayah tersebut. 

Material batu dan tanah yang belum dipadatkan menjadi sumber debu tebal, diperparah oleh lalu lintas kendaraan yang tetap padat sehingga debu menyebar hingga ke rumah dan tempat usaha warga.

Selain berdampak pada kenyamanan dan aktivitas ekonomi, warga juga mulai merasakan gangguan kesehatan. 

“Pernapasan juga agak susah di sini. Debu masuk sampai ke dalam rumah,” tambah Nedi.

Warga sebenarnya telah berinisiatif melakukan penyiraman secara mandiri untuk mengurangi debu, namun upaya tersebut belum efektif karena tidak dilakukan secara konsisten dan tanpa dukungan penanganan dari pihak terkait.

Hingga kini, proyek perbaikan jalan belum menunjukkan kejelasan kelanjutan. 

Warga berharap pengerjaan segera dilanjutkan serta ada penanganan debu yang lebih serius guna melindungi kesehatan dan menjaga keberlangsungan usaha di sekitar lokasi.

( Tribunlampung.co.id / Oky Indra Jaya )

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.