Laporan Wartawan TribunPalu.com, Abdul Humul Faaiz
TRIBUNPALU.COM, PARIGI MOUTONG – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Parigi Moutong, Hestiwati Nanga, mengajak masyarakat mengenakan batik motif Bomba Saga untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Kabupaten Parigi Moutong pada 10 April 2026 mendatang.
Ajakan tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya menumbuhkan kebanggaan terhadap produk lokal sekaligus memperkuat identitas budaya masyarakat Parigi Moutong.
Menurut Hestiwati, batik motif Bomba Saga tidak sekadar kain, tetapi juga merepresentasikan jati diri serta kecintaan masyarakat terhadap daerahnya.
Baca juga: Persiapan Infrastruktur Menuju HUT Sulteng ke-62 Capai 70 Persen
“Ayo tampil bangga dan stylish dengan batik motif Bomba Saga. Rayakan Hari Ulang Tahun Kabupaten Parigi Moutong dengan gaya baru,” ujar Hesti.
Ia menilai momentum peringatan hari jadi daerah menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menampilkan identitas budaya melalui busana khas daerah.
Penggunaan batik lokal juga diharapkan dapat mendorong perkembangan industri kerajinan dan ekonomi kreatif di daerah.
Dengan semakin banyak masyarakat yang mengenakan batik khas Parigi Moutong, para perajin lokal diharapkan mendapatkan dukungan nyata dari masyarakat.
Baca juga: Enam Menteri Dijadwalkan Hadiri Puncak HUT Sulteng ke-62, Ada 1.000 Durian Gratis
Dekranasda Parigi Moutong juga membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin memiliki batik motif Bomba Saga melalui gerai Dekranasda.
Gerai tersebut berada di Jl. Trans Sulawesi, Perempatan Telkom, Kelurahan Bantaya, Kecamatan Parigi, yang menjadi salah satu pusat promosi produk kerajinan daerah.
Selain itu, masyarakat juga dapat memperoleh informasi pemesanan batik melalui kontak yang disediakan oleh pihak Dekranasda, yaitu : 0813-4123-7631.
Hestiwati berharap pada peringatan HUT Parigi Moutong tahun ini masyarakat dapat menunjukkan rasa bangga terhadap daerah dengan mengenakan batik motif Bomba Saga.
Baca juga: Bertaruh Nyawa demi Sekolah, Nestapa "Jembatan Limpas" Batunobota Tolitoli yang Terlupakan
“Ini bukan sekadar busana, tetapi simbol kebanggaan dan kecintaan kita terhadap Parigi Moutong,” pungkas Ketua TP-PKK Parigi Moutong itu.(*)